Follow detikFinance
Jumat 17 Nov 2017, 17:45 WIB

Jaga-jaga Kecelakaan Seperti Novanto, Ini Tips Alokasi Dana Darurat

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jaga-jaga Kecelakaan Seperti Novanto, Ini Tips Alokasi Dana Darurat Foto: Istimewa/detikcom
Jakarta - Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sama halnya seperti yang terjadi pada Ketua DPR, Setya Novanto.

Setya Novanto kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju salah satu stasiun TV. Rencananya ia akan hadir di salah satu acara televisi tersebut sebelum menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait hal ini, Chairman & President, IARFC Indonesia, Aidil Akbar, mengatakan dana darurat penting dimiliki oleh setiap orang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal tak terduga, contohnya kecelakaan.


"Ya, dana darurat itu memang wajib. Salah satu kebutuhan dana darurat itu yaitu kecelakaan tadi. Dalam kehidupan kita kan penuh dengan ketidakpastian. Jadi bisa saja kecelakaan, salah satunya," kata Aidil saat berbincang kepada detikFinance, Jumat (18/11/2017).

Besaran dana darurat yang dibutuhkan tergantung pada jumlah penghasilan bulanan dan tanggungan. Pada seseorang dengan status belum menikah dan tidak memiliki tanggungan dibutuhkan dana darurat sebesar 3 kali dari jumlah penghasilan setiap bulannya.

"Jadi kita hitung jumlah penghasilan bulanan dan tanggungannya. Jadi kalau dia single hitungannya (dana darurat) perlu minimum 3 bulan dari penghasilan atau pengeluaran bulanan. Jadi kalau gaji Rp 5 juta maka dibutuhkan dana darurat Rp 15 juta," jelas Aidil.


Kemudian, pada seseorang yang telah berkeluarga dengan dua tanggungan dibutuhkan dana darurat sebesar 6 kali dari jumlah penghasilan setiap bulannya. Serta untuk seseorang dengan lebih dari dua tanggungan dibutuhkan 12 kali dari jumlah penghasilan setiap bulannya.


Lantas, untuk menyiapkan dana darurat tersebut, Aidil memberi contoh dengan menyisihkan gaji setiap bulannya hingga mencapai target dari dana darurat tersebut.

Ia memaparkan bahwa dana darurat wajib dimiliki oleh setiap orang baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Untuk besaran dana darurat yang dibutuhkan, hal tersebut tergantung pada jumlah penghasilan bulanan dan tanggungan.

"Misalnya setiap bulannya bisa sisihin Rp 1 juta dari gaji kamu ya kamu sisihin sejuta selama 15 bulan (target dana darurat)," terang Aidil.


Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie menambahkan penyisihan dana darurat bisa dimulai 5% dari total penghasilan bulanan. Pasalnya, 5% merupakan angka ideal untuk menyisihkan dana.

"Mulai dengan 5% dari gaji bulanan. Kemudian bisa ditambah saat ada bonus," terangnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed