Follow detikFinance
Jumat 17 Nov 2017, 19:18 WIB

Jaga-jaga Kecelakaan, Berapa Besar Dana Darurat yang Dibutuhkan?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Jaga-jaga Kecelakaan, Berapa Besar Dana Darurat yang Dibutuhkan? Foto: Istimewa/detikcom
Jakarta - Dana darurat penting dimiliki setiap orang untuk jaga-jaga jika terjadi peristiwa tidak terduga, misalnya untuk biaya perawatan karena kecelakaan.

Lantas, berapa banyak dana darurat yang perlu disiapkan untuk jaga-jaga dari hal tak terduga seperti kecelakaan tersebut? Menurut Chairman & President, IARFC Indonesia, Aidil Akbar besaran dana darurat yang perlu disiapkan seseorang tergantung dari jumlah penghasilan dan tanggungannya.

Misalnya orang dengan status belum menikah dan tidak memiliki tanggungan maka dana daruratnya berjumlah 3 kali dari penghasilan setiap bulannya.


"Jadi kita hitung jumlah penghasilan bulanan dan tanggungannya. Jadi kalau dia single dan tidak ada tanggungan hitungan (dana darurat) perlu minimum 3 bulan dari penghasilan atau pengeluaran bulanan. Jadi kalau gaji Rp 5 juta maka dibutuhkan dana darurat Rp 15 juta," kata Aidil kepada detikFinance, Jumat (17/11/2017).

Kemudian, bagi mereka telah berkeluarga dengan dua tanggungan dibutuhkan dana darurat sebesar 6 kali dari jumlah penghasilan setiap bulannya.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki lebih dari dua tanggungan maka dibutuhkan 12 kali dari jumlah penghasilan setiap bulannya.


"Kalau sudah berkeluarga (tanggungan 2 orang) minimum dibutuhkan gaji 6 bulan. Misalnya penghasilan Rp 5 juta maka dibutuhkan dana darurat sebesar Rp 30 juta," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa dana darurat wajib dimiliki oleh setiap orang baik yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Untuk besaran dana darurat yang dibutuhkan, hal tersebut tergantung pada jumlah penghasilan bulanan dan tanggungan.


"Misalnya setiap bulannya bisa sisihin Rp 1 juta dari gaji kamu ya kamu sisihin sejuta selama 15 bulan (target dana darurat)," terang Aidil.

Dihubungi terpisah, Perencanaan Keuangan, Prita Hapsari Ghozie mengatakan untuk penyisihan dana tersebut bisa dimulai sebanyak 5% dari jumlah gaji. Kemudian bisa ditambah ketika mendapatkan bonus.

"Mulai dengan 5% dari gaji bulanan. Kemudian bisa ditambah saat ada bonus," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed