Follow detikFinance
Jumat 17 Nov 2017, 21:25 WIB

Mobil Nabrak Tiang, Bisa Klaim Asuransi Enggak Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Mobil Nabrak Tiang, Bisa Klaim Asuransi Enggak Ya? Foto: Iswahyudi
Jakarta - Asuransi sangat diperlukan untuk masyarakat yang memiliki kendaraan baik motor ataupun mobil. Pasalnya dengan asuransi bisa memberikan anda perlindungan dan keamanan dalam berkendara.

Public Relation Asuransi Astra, Rudi menjelaskan dengan asuransi pemilik kendaraan bisa memperbaiki tanpa harus keluar uang banyak. Lalu bisa mendapatkan penggantian uang jika kendaraan hilang dicuri.

"Banyak manfaat yang didapatkan kalau menggunakan asuransi. Pastinya akan lebih aman saat berkendara karena sudah dilindungi asuransi," kata Rudi saat dihubungi detikFinance, Jumat (17/11/2017).

Lalu apa saja kriteria kecelakaan kendaraan yang bisa diklaim asuransi?

Rudi menjelaskan, jika berbicara kasus kecelakaan kendaraan yang ditanggung oleh asuransi semuanya tergantung kepada polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI). PSAKBI ini dikeluarkan oleh asosiasi asuransi umum Indonesia (AAUI) dan digunakan oleh seluruh perusahaan asuransi umum.

"Setiap kendaraan yang mengalami kecelakaan baik tunggal kayak pak Setnov ataupun enggak asal diasuransikan pasti bisa dicover dengan merujuk pada PSAKBI bab 1 pasal 1 tentang risiko yang dijamin," ujarnya.

Dalam polis pasal I tentang risiko yang dijamin disebutkan kerugian atau kerusakan pada kendaraan bermotor atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir atau terperosok, perbuatan jahat.

"Tapi tentu enggak semua otomatis di-cover asuransi. Ada hal-hal yang dikecualikan. Hal ini tercantum dalam PSAKBI bab 2 (pengecualian) pasal 3," imbuh dia.

Dalam bab ini disebutkan pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas kendaraan bermotor dan/atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika:

Disebabkan oleh tindakan sengaja Tertanggung dan/atau pengemudi dan/atau orang yang bekerja pada dan/atau orang suruhan Tertanggung.

Lalu pada saat terjadinya kerugian atau kerusakan, kendaraan bermotor dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku dan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam peraturan undang-undangan mengenai lalu lintas yang berlaku.

Pengecualian ini tidak berlaku dalam hal kehilangan kendaraan yang sedang diparkir. "Artinya, kalau kendaraan yang sedang diparkir hilang karena dicuri, akan di-cover asuransi," jelas dia.

Kemudian kendaraan dikemudikan oleh seorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang membahayakan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed