Dolar Makin Perkasa, Rupiah Jatuh Dekati Rp 9.600
Kamis, 02 Jun 2005 09:52 WIB
Jakarta - Makin perkasanya dolar AS terhadap mata uang dunia, membuat tekanan pada rupiah meningkat. Saat pembukaan perdagangan Kamis (2/6/2005) pagi, rupiah langsung tancap gas ke Rp 9.580 per US$ 1."Pergerakan rupiah terimbas oleh sentimen penguatan dolar di pasar global yang cukup kencang," kata analis valuta asing Bank BNI Hindria Listyadi kepada detikcom di Jakarta.Saat pembukaan, rupiah terpantau di kisaran Rp 9.560 per US$ 1. Beberapa saat kemudian terus melambung ke kisaran Rp 9.580-Rp 9.585 per US$ 1. "Pelaku pasar cenderung membeli dolar, karena mereka takut dolar akan terus menguat," ujarnya.Dalam pandangan Hindria, aksi beli dolar AS ini lebih bersifat spekulatif. Sebab, secara fundamental perekonomian Indonesia cukup bagus yang dapat dilihat pada turunnya tingkat inflasi bulan Mei menjadi 0,21 persen dan juga kenaikan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI).Bank Indonesia (BI), lanjutnya, perlu bekerja ekstra keras untuk menahan laju pelemahan rupiah. "Kalau bank sentral tidak mengontrol demand yang bersifat spekulatif ini, maka tidak mustahil rupiah terus merangkak naik ke atas Rp 9.600 per US$ 1," imbuhnya.Untuk hari ini rupiah diprediksikan akan bermain di kisaran Rp 9.560-Rp 9.595 per US$ 1.Di pasar global, dolar AS menunjukkan penguatannya atas yen Jepang dan euro. Yen terpantau di posisi 108.68 per US$ 1 dan euro terpantau di 1,2210 yang merupakan posisi terburuknya sejak delapan bulan terakhir.
(san/)











































