Kredit 'Nganggur' Masih Rp 1.400 T, BI: Ekonomi Belum Tumbuh Pesat

Kredit 'Nganggur' Masih Rp 1.400 T, BI: Ekonomi Belum Tumbuh Pesat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 27 Nov 2017 14:04 WIB
Kredit Nganggur Masih Rp 1.400 T, BI: Ekonomi Belum Tumbuh Pesat
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kredit yang belum disalurkan atau undisbursed loan di perbankan nasional masih berada di atas Rp 1.000 triliun. Berdasarkan data statistik perbankan Indonesia (SPI) September 2017 tercatat Rp 1.400 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo menjelaskan masih banyaknya kredit 'nganggur' tersebut karena dunia usaha masih berhati-hati.

"Karena debitur masih dalam kehati-hatian dalam realisasi penarikan kredit untuk pembiayaan kegiatan usahanya," kata Doddy saat dihubungi detikFinance, Senin (27/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, angka tersebut dinilai cukup aman. Pasalnya kredit tersebut masih dalam sistem perbankan dan belum ditarik. Dia menjelaskan, penyaluran kredit juga sejalan dengan perekonomian.

"Kebutuhan kredit saat ini sejalan dengan kegiatan perekonomian yang belum tumbuh pesat," jelas dia.

Jika dilihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peningkatan undirsbursed loan terjadi sejak Juni 2016 kemudian jumlah kredit 'nganggur' yang paling tinggi terjadi pada April 2017 yakni di atas Rp 1.400 triliun. Kemudian menurun pada Mei, lalu memasuki Agustus undisbursed loan tercatat Rp 1.392 triliun dan pada September 2017 tercatat Rp 1.400 triliun.

Kredit perbankan nasional per Oktober 2017 tercatat tumbuh 8,18% secara year on year (yoy) tumbuh dibandingkan periode September 2017 7,86%. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat di posisi 11,95% lebih rendah dibandingkan periode September 2017 11,69%. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads