Menanggapi hal tersebut, Asisten Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo menjelaskan masih banyaknya kredit 'nganggur' tersebut karena dunia usaha masih berhati-hati.
"Karena debitur masih dalam kehati-hatian dalam realisasi penarikan kredit untuk pembiayaan kegiatan usahanya," kata Doddy saat dihubungi detikFinance, Senin (27/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan kredit saat ini sejalan dengan kegiatan perekonomian yang belum tumbuh pesat," jelas dia.
Jika dilihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peningkatan undirsbursed loan terjadi sejak Juni 2016 kemudian jumlah kredit 'nganggur' yang paling tinggi terjadi pada April 2017 yakni di atas Rp 1.400 triliun. Kemudian menurun pada Mei, lalu memasuki Agustus undisbursed loan tercatat Rp 1.392 triliun dan pada September 2017 tercatat Rp 1.400 triliun.
Kredit perbankan nasional per Oktober 2017 tercatat tumbuh 8,18% secara year on year (yoy) tumbuh dibandingkan periode September 2017 7,86%. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat di posisi 11,95% lebih rendah dibandingkan periode September 2017 11,69%. (dna/dna)











































