Follow detikFinance
Kamis 30 Nov 2017, 18:12 WIB

Apa yang Bikin Bitcoin Sempat Tembus Rp 148,5 Juta?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Apa yang Bikin Bitcoin Sempat Tembus Rp 148,5 Juta? Foto: Reuters
Jakarta - Harga bitcoin akhir November ini tercatat tembus US$ 10.000 per keping. Bahkan sempat masuk US$ 11.000 namun akhirnya kembali ke level US$ 10.000.

Dari awal hingga November ini pergerakan harga bitcoin memang sangat mengejutkan, harga terus berfluktuasi setiap harinya. Salah satu penyebabnya adalah Jepang yang telah melegalkan mata uang virtual ini sebagai alat pembayaran yang sah. Harga bitcoin akhir tahun depan diproyeksikan bisa menyentuh US$ 50.000.

Jadi sebenarnya bagaimana cara kerja mata uang digital ini?

Bitcoin diciptakan pada 2009 oleh anonim yang memiliki nama samaran Satoshi Nakamoto. Pendukung Satoshi menyebutkan, bitcoin ini adalah sistem pembayaran global yang bisa digunakan oleh semua orang.

Berbeda dengan dolar AS atau yen Jepang, mata uang ini tidak dikeluarkan oleh bank sentral seperti Federal Reserve. Bitcoin menggunakan perhitungan algoritma kompleks untuk bertransaksi.

Lalu transaksi bisa dilakukan tanpa perantara tradisional seperti bank dan tanpa perlu mencantumkan nama anda. Nah inilah yang membuat bitcoin populer di kalangan penjahat yang ingin memindahkan uang tanpa bisa dilacak.

Pergerakan harga yang sangat cepat terjadi karena banyaknya orang yang takut kehilangan keuntungan dengan cepat, hal ini diungkapkan oleh Kepala broker online Oanda, Stephen Innes.

"Liputan yang intens oleh media dalam beberapa bulan terakhir turut membuat harga bergerak liar," imbuh dia dikutip dari CNN Money, Kamis (30/11/2017).

CEO Bitmex Hong Kong, Arthur Hayes menjelaskan, mata uang digital ini berada dalam sisi yang positif. Menurut dia, investor mampu melihat kenaikan harga dan menginginkan aksi jual agar pergerakan harga tetap tinggi.

Di Korea Selatan dan Jepang, investor yang membeli banyak dari kalangan ibu rumah tangga. Peraturan baru telah mempermudah perdagangan bitcoin. Ahli menyebutkan, kenaikan harga yang signifikan itu akan terasa bahkan untuk investor yang memiliki jumlah kecil.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan, yang menyebabkan faktor meningkatnya harga bitcoin adalah teknologi dan tingkat kepercayaan dari penggunanya.

"Sekarang bitcoin sudah dilegalkan oleh OJK nya Jepang, US dan Eropa sehingga masyarakat lebih nyaman dan percaya dengan mata uang ini karena ada negara maju yang melegalkan," ujar dia saat dihubungi detikFinance, Kamis (30/11/2017).

Oscar menjelaskan, orang ini minat terhadap mata uang virtual yang menerapkan blockchain yang pertama. Meskipun sebenarnya selain bitcoin banyak cryptocurrency lain yang tidak kalah menarik inovasi teknologinya seperti ethereum, stellar hingga ripple.

Dia menjelaskan, membeli bitcoin hampir mirip dengan jual beli emas. Jadi bisa beli dalam satuan kecil yang dibeli dalam satuan desimal.

"Mekanismenya murni demand and supply, jadi pembeli menetapkan harga sendiri penjual menetapkan harga. Kalau harga cocok baru transaksi terjadi," ujar dia.

Menurut dia, seluruh transaksi bitcoin dilakukan secara transparan dan bisa terlihat di blockchain perpindahannya.

Dalam aturan perdagangan di bitcoin.co.id dijelaskan Perdagangan Digital Asset merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga Digital Asset sangat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu.

Harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Digital Asset. Bitcoin.co.id tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed