Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Des 2017 11:00 WIB

OilCoin, Mata Uang Virtual Berbasis Harga Minyak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Dallas - Mantan Komisioner Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (AS), Bart Chilton, memiliki keinginan untuk menggabungkan digital currency namun teregulasi.

Dilansir dari Reuters, ia bekerja sama dengan sebuah kelompok yang berisikan mantan eksekutif TPG. Mereka akan meluncurkan mata uang virtual yang nilainya mengikuti harga minyak.

Mata uang ini dijanjikan memiliki nilai yang stabil, tidak akan seperti bitcoin yang beberapa hari terakhir bergerak sangat liar. Nantinya, mata uang ini akan diperjual belikan di bursa perdagangan khusus.

Chilton merupakan seorang garis keras yang memproklamirkan diri sebagai penegak hukum ia juga menulis pada bulan September terkait virtual currency. Kemudian dia juga mendorong penelitian terhadap pergerakan harga bitcoin yang sangat cepat tahun ini.

Dengan produk mata uang virtualnya, ia ingin membuat komoditas digital ini bisa lebih baik. Produknya adalah OilCoin, yakni sebuah token virtual yang didukung oleh komoditas fisik.

OilCoin disebut akan mengacu pada persyaratan dan peraturan yang berlaku di AS. Mata uang virtual ini nantinya bisa digunakan untuk membeli minyak dan produk terkait minyak. Ini bertujuan, untuk menjaga harga setiap perdagangan OilCoin agar mendekati harga minyak mentah.

Chilton menilai, para investor membutuhkan cara baru untuk 'bermain' di pasar minyak yang sangat mudah menguap. OilCoin disebut akan menawarkan keuntungan dari segi pajak. Investor hanya harus membayar pajak pertambahan nilai saat mereka menjual, hal ini berbeda dengan pajak tahunan pada instrumen investasi lainnya.

Selain itu, OilCoin juga dinilai akan lebih stabil dibandingkan mata uang kripto lainnya. Ini karena dia didukung oleh aset dan bukan kepercayaan secara digital. Tak seperti bitcoin yang naik sekitar US$ 6.000 dalam satu minggu. Namun belum memiliki kejelasan di pasar.

Kabar terkait mata uang virtual baru tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang mengatakan bahwa negara yang ekonominya menggeliat akan meluncurkan mata yang didukung oleh harga minyak. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com