Follow detikFinance
Rabu 13 Dec 2017, 18:11 WIB

Sama Seperti Yusuf Mansur, Grab Juga Berjuang Dapatkan Izin BI

Danang Sugianto - detikFinance
Sama Seperti Yusuf Mansur, Grab Juga Berjuang Dapatkan Izin BI Foto: Istimewa
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menghentikan layanan isi ulang GrabPay Credits milik Grab Indonesia. Alasannya perusahaan asal Malaysia tersebut belum memiliki izin dari Bank Indonesia (BI).

Managing Director Grabpay Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengurus perizinan yang dipersyaratkan BI untuk membuka layanan uang elektronik (e-money). Namun sayangnya dia enggan menjelaskan lebih lanjut proses perizinan yang sudah diurus.

"Itu lisensinya dalam proses untuk e-money. Masih dalam proses. Kita enggak bisa kasih statement kapan pastinya," ujarnya di Kudoplex 2, Jakarta, Rabu (13/12/2017).


Meskipun begitu, Ongki berharap BI bisa mempertimbangkan bisnis Grab di Indonesia yang sudah menyebar luas. Dia mengatakan saat ini Grad sudah beroperasi di 100 kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

"Kita harap dengan niat baik dan dengan akses di 100 kota ini mudah-mudahan jadi alasan BI untuk memberikan lampu hijau," imbuhnya.

Jika sudah mengantongi izin, Ongki mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan untuk membuka sebanyak-banyaknya produk ataupun layanan yang bisa dibayar melalui GrabPay Credits.

"Kita akan buka seluas-luasnya. Pembelian pulsa, token listrik sampai pembayaran BPJS bisa nantinya," tandasnya.

Grab Indonesia sendiri sudah menonaktifkan fasilitas isi ulang GrabPay Credits sejak 16 Oktober 2017. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed