Follow detikFinance
Kamis, 14 Des 2017 20:50 WIB

Bunga Kredit Perbankan Lambat Turun, Ini Kata BI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Suku bunga kredit perbankan hingga akhir tahun masih di kisaran double digit. Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) per Oktober 2017 bunga kredit secara rata-rata masih di kisaran 11,55%, padahal awal tahun bunga kredit masih di kisaran 12,03%.

Hingga Oktober 2017, berdasarkan data yang dihimpun detikFinance suku bunga kredit telah mengalami penurunan sebanyak 51 basis poin (bps) atau sekitar 0,5%.

Asisten Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, penurunan suku bunga kredit yang relatif lambat terjadi karena banyak komponen untuk menentukan bunga kredit tersebut. Dia menyebutkan, untuk bunga kredit ada komponen suku bunga dasar kredit dan premi risiko.

"Nah premi risiko ini dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang akan menjadi suku bunga kredit di pasar. Lalu dari SBDK itu ada lagi komponen biaya dana, overhead cost, sampai profit margin atau keuntungan. Ini yang harus dilihat bisa turun cepat atau tidak," kata Filianingsih dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia menyebutkan, untuk menurunkan bunga kredit maka bank harus bisa melakukan penyesuaian dari komponen tersebut. Kemudian, dari biaya dana juga ada komponen untuk biaya bukan untuk pihak ketiga, kewajiban bank, jasa regulasi premi hingga giro wajib minimum (gwm).

Filianingsih menjelaskan, dari overhead cost termasuk biaya tenaga kerja seperti pelatihan, penelitian dan pengembangan, promosi hingga margin atau keuntungan. "Harus dilihat juga unsur mana yang sudah turun dan tidak terlalu besar, suku bunga kredit itu dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut, memang tergantung banknya ," ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini perbankan sedang dalam tren efisien bisa dilihat dari beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO) yang pada Oktober 2017 tercatat 79,01%, dibandingkan Desember 2016 yang masih 82,85%. "Artinya kalau bank sudah punya BOPO efisien, maka biaya dana akan turun, lalu pengaruh ke overhead cost yang turun dan mempengaruhi bunga kredit bisa turun," jelas dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed