BI: Kenaikan SBI Tak Diikuti Kenaikan Bunga Kredit

BI: Kenaikan SBI Tak Diikuti Kenaikan Bunga Kredit

- detikFinance
Rabu, 08 Jun 2005 11:16 WIB
Jakarta - Meski tingkat suku bunga SBI cenderung mengalami kenaikan, yang diikuti kenaikan suku bunga deposito, namun suku bunga kredit secara umum menunjukkan kecenderungan menurun. "Alasannya, perbankan saat ini melakukan efisiensi secara internal," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di sela-sela Munas khusus Kadin di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (8/6/2005). Selain itu, risiko pasar yang masih tinggi saat ini juga menyebabkan rendahnya permintaan kredit. Penyaluran kredit perbankan kepada sektor usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM), pada tahun 2005 ditargetkan sebesar Rp 60 triliun. Burhanuddin yakin, realisasinya akan melebihi rencana tersebut. "Sampai Maret saja sudah 24 persen dari Rp 60 triliun yang sudah tersalurkan," kata Burhanuddin.Optimisme itu didasarkan pengalaman pada tahun 2004, dimana penyaluran kredit perbankan untuk UMKM selalu melebihi target. Pada tahun 2004, perbankan merencanakan menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 38,5 triliun, namun realisasinya mencapai Rp 72 triliun. "Itu artinya, ada kredit yang disalurkan dua kali lipat dari rencana semula," ujarnya. Burhanuddin menambahkan, bila ada UMKM yang belum memperoleh kredit pada tahun 2004, mereka bisa memperolehnya pada tahun ini. Dari kredit yang disalurkan kepada UMKM ini merupakan 50 persen dari LDR nasional. Provinsi Sulsel paling tinggi dalam penyaluran kreditnya. Sementara mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, Burhanuddin mengatakan, perkembangan ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir terus menuju arah yang lebih baik. "Semua indikator dan arah kebijakan, menuju ke arah yang lebih baik," kata Burhanuddin. Hasil rapat dewan gubernur (RDG) kemarin menyebutkan, industri keuangan dan perbankan relatif tetap terjaga terutama didukung memadainya permodalan dan likuiditas perbankan. Berdasarkan data April 2005, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 978,6 triliun, sementara kredit baru tercatat mencapai Rp 16,1 triliun. Dengan perkembangan tersebut, LDR tercatat sebesar 51,3 persen. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa fungsi intermediasi telah menunjukkan perbaikan. Sedangkan CAR perbankan tercatat sebesar 21,2 persen. Rentabilitas perbankan relatif stabil pada level yang moderat seperti ditunjukkan oleh ROA dan NII yang masing-masing mencapai 3,5 persen dan 6,0 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads