Follow detikFinance
Kamis 14 Dec 2017, 21:38 WIB

BI: Masyarakat Kelas Atas Tahan Konsumsi, Pilih Menabung

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
BI: Masyarakat Kelas Atas Tahan Konsumsi, Pilih Menabung Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat hingga akhir tahun ini konsumsi rumah tangga diprediksi tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Asisten Gubernur BI, Dody Budi Waluyo menjelaskan, konsumsi masyarakat saat ini memang tumbuh namun terbatas.

Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan penjualan ritel yang hanya 2,5%.

"Jumlah ini relatif belum berubah dibandingkan pertumbuhan bulan lalu. Kemudian pertumbuhan pembelian durable goods juga belum tinggi, konsumsi saat ini masih paling banyak terkait makanan dan minuman," kata Dody dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia menjelaskan, indikator berikutnya adalah kelompok menengah atas yang menahan konsumsi. Mereka, menurut Dody menggunakan pendapatan yang diperoleh untuk disimpan ke tabungan, deposito atau pasar saham.

"Masyarakat kelas atas menahan konsumsi, digunakan untuk tabungan atau kegiatan yang sifatnya leisure," terang Dody.

Menurut Dody, pertumbuhan konsumsi tahun ini diperkirakan tidak akan tumbuh tinggi dibandingkan 2016. Menurut dia, indikator penahanan ini karena keinginan konsumsi masyarakat dan ada permasalahan income masyarakat yang berkurang untuk kelompok menengah bawah yang berkurang.

"Kami harap tahun depan, ini bisa tumbuh lebih baik dan didorong oleh pemerintah bantuan desa, padat karya cash. Ini diharapkan bisa lebih baik karena salah satu kebijakan fiskal pemerintah," ujarnya.

Survei konsumen BI menyebutkan terjadi peningkatan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi yang didudkung dengan peningkatan penghasilan.

Namun, masyarakat masih menambah tabungan dan cenderung menahan konsumsi. Pada November 2017, porsi pendapatan responden rumah tangga yang digunakan untuk konsumsi tercatat menurun 0,4% menjadi 65,3% dan porsi pembayaran cicilan pinjaman terhadap pendapatan turun 0,5% menjadi 13,6%. Porsi tabungan terhadap pendapatan mengalami peningkatan 0,8% menjadi 21%. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed