Dirut Bank BTN Maryono mengungkapkan, volume unit yang bertambah itu nilainya sama dengan nilai pembiayaan tahun ini. Pasalnya, BTN akan memperbanyak pembiayaan kredit perumahan untuk jenis KPR mikro bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kalau dalam unit, kita pasti lebih besar. Tapi nilai komposisinya sama," kata Maryono saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (19/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun sejak Januari-November 2017 Bank BTN telah merealisasikan KPR untuk 223.373 unit rumah dan kredit konstruksi untuk perumahan untuk 326.326 unit rumah dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 60,94 triliun.
Khusus untuk KPR Subsidi sebanyak 390.375 unit baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp 29 triliun. Angka tersebut sudah mencapai lebih dari 82% target 2017 yang dipatok 666.000 unit rumah.
Dari target tersebut, BTN akan mengandalkan pendanaan pembiayaan kredit lewat obligasi, pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik hingga 23%, sekuritisasi dan beberapa pinjaman antar bank.
"Kebutuhannya kita sedang hitung. Tapi yang penting dana-dana ini bisa memenuhi dari beberapa sumber tadi. Obligasi itu kita Rp 3 triliun," tutur Maryono.
Maryono optimistis, pertumbuhan properti tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun depan diprediksi bisa tumbuh di atas 5%, sejumlah sektor pendorong perekonomian termasuk properti diyakini bisa tumbuh baik.
"Prospek tahun depan akan sangat bagus karena kita ada backlog 11 juta rumah. Dan ada perubahan demografi yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat, dan infrastruktur-infrastruktur yang dibangun pemerintah sudah mulai jadi. Itu akan mendorong adanya pertumbuhan pemukiman-pemukiman baru," pungkasnya. (eds/hns)











































