BTN Bidik Penyaluran KPR untuk 750.000 Rumah Tahun Depan

BTN Bidik Penyaluran KPR untuk 750.000 Rumah Tahun Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 19 Des 2017 16:38 WIB
BTN Bidik Penyaluran KPR untuk 750.000 Rumah Tahun Depan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan kredit perumahan untuk 750 ribu unit rumah pada tahun depan. Angka ini tumbuh sekitar 20% dari target tahun ini sekitar 666 ribu unit rumah.

Dirut Bank BTN Maryono mengungkapkan, volume unit yang bertambah itu nilainya sama dengan nilai pembiayaan tahun ini. Pasalnya, BTN akan memperbanyak pembiayaan kredit perumahan untuk jenis KPR mikro bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kalau dalam unit, kita pasti lebih besar. Tapi nilai komposisinya sama," kata Maryono saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Adapun sejak Januari-November 2017 Bank BTN telah merealisasikan KPR untuk 223.373 unit rumah dan kredit konstruksi untuk perumahan untuk 326.326 unit rumah dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 60,94 triliun.

Khusus untuk KPR Subsidi sebanyak 390.375 unit baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp 29 triliun. Angka tersebut sudah mencapai lebih dari 82% target 2017 yang dipatok 666.000 unit rumah.

Dari target tersebut, BTN akan mengandalkan pendanaan pembiayaan kredit lewat obligasi, pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik hingga 23%, sekuritisasi dan beberapa pinjaman antar bank.


"Kebutuhannya kita sedang hitung. Tapi yang penting dana-dana ini bisa memenuhi dari beberapa sumber tadi. Obligasi itu kita Rp 3 triliun," tutur Maryono.

Maryono optimistis, pertumbuhan properti tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Dengan pertumbuhan ekonomi tahun depan diprediksi bisa tumbuh di atas 5%, sejumlah sektor pendorong perekonomian termasuk properti diyakini bisa tumbuh baik.

"Prospek tahun depan akan sangat bagus karena kita ada backlog 11 juta rumah. Dan ada perubahan demografi yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat, dan infrastruktur-infrastruktur yang dibangun pemerintah sudah mulai jadi. Itu akan mendorong adanya pertumbuhan pemukiman-pemukiman baru," pungkasnya. (eds/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads