Follow detikFinance
Kamis 21 Dec 2017, 19:25 WIB

Genjot Ekspor RI, Eximbank Gandeng 11 PTN

Hendra Kusuma - detikFinance
Genjot Ekspor RI, Eximbank Gandeng 11 PTN Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Data perekonomian Indonesia sampai ini masih dalam laju yang positif, hingga kuartal III-2017 pertumbuhan ekonomi berada di level 5,03% dari target yang sebesar 5,2%. Adapun, faktor pendukung ekonomi tersebut adalah ekspor yang tumbuh 17,27% dan juga investasi 7,11%.

Guna tetap menjaga tren tersebut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/Indonesia Eximbank bersama-sama dengan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sepakat membentuk jaringan perguruan tinggi untuk pengembangan ekspor Indonesia (University Network for Indonesia Export Development/UNIED).

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengatakan, pembentukan jaringan perguruan tinggi untuk pengembangan ekspor Indonesia ini guna mendukung terciptanya kegiatan riset dan pengembangan terkait ekspor.

"Milestone untuk sektor ekspor nasional Indonesia. Ini inisiatif Indonesia Eximbank yang kiranya ke depan menjadi tonggak untuk akademisi sebagai salah satu stakeholder ekosistem ekspor nasional," kata Sinthya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Pembentukan jaringan itu juga tertuang dalam nota kesepahaman yang dilakukan oleh Sinthya Roesly selaku Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank dengan masing-masing Rektor dari Perguruan Tinggi, yang disaksikan oleh Menteri Keuangan, Menteri Riset, dan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI yaitu Sri Mulyani Indrawati dan Mohamad Nasir.

University Network for Indonesia Export Development (UNIED) dibentuk sebagai wadah bagi perguruan tinggi agar dapat membantu memberikan solusi dalam pengembangan ekspor Indonesia baik sebagai network of knowledge, enabler dan fasiIitator, maupun sebagai eksportir.

Sinthya menyebutkan, sebagai awal pembentukan universitas yang tergabung dalam UNIED yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (Ul), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Sumatera Utara (USU). Universitas Hasanuddin (UNHAS), lnstitut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS). Universitas Riau (UNRI), Universitas Mataram (UNRAM), dan Universitas Udayana (UNUD).

"Kami sangat harapkan langkah konkret dari kita bersama. Karena perguruan tinggi punya center excellence di berbagai sektor. Ini kita kaitkan spesifik untuk ekspornya. Banyak sekali di sepanjang supply chain bisa kita lakukan. Kami mengharapkan kerja sama ini bisa terwujud dengan baik, kita perlu sesuatu yang tangible dan konkret," tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, adanya kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan ide-ide segar melalui topik dan hasiI peneIitian serta pengembangan kinerja ekspor Indonesia.

Lebih dari itu, kontribusi perguruan tinggi diharapkan turut andiI dalam rangka perumusan kebijakan, regulasi, dan strategi operasional dalam pengembangan ekspor nasional terutama dalam rangka peningkatan daya saing ekspor melalui produk-produk ekspor unggulan Indonesia.

"Kita semua tadi sudah dipresentasikan betapa pentingnya untuk bisa bekerjasama untuk meningkatkan upaya ekspor di Indonesia. Kalau kita lihat Indonesia, pertumbuhan ekonomi kuartal III meningkat cukup bagus dan itu menandakan perbedaan dari kuartal sebelumnya dua setengah tahun terakhir yaitu peningkatan ekspor kita," kata Sri Mulyani.

Meski tumbuh tinggi, Sri Mulyani Bilang, pangsa pasar ekspor Indonesia di Asean masih 12,5% atau jauh di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Padahal, sumber daya alam Indonesia sangat melimpah.

"Jadi kalau dilihat why, mengapa kita perlu dorong ekspor. Ekspor adalah kegiatan yang mampu menggambarkan competitiveness dari suatu negara, yang merupakan turunan dari inovasi, produktivitas dan daya kompetisi satu negara dengan negara lain," tambah dia.

Menurut Sri Mulyani, kegiatan ekspor juga menunjukkan kemajuan suatu negara, bukan hanya komoditas tapi juga jasa.

"Kita sekarang menggiatkan ekspor di bidang tourism, yaitu merupakan ekspor jasa. Oleh karena itu, upaya Indonesia mampu menghasilkan devisa apa dari ekspor barang, jasa atau TKI," jelas dia.

Sementara Menristek Mohamad Nasir menyatakan, UNIED adalah bentuk kontribusi nyata akademisi dalam meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya meIaIui ekspor. Dirinya juga mendorong agar Universitas Iain pun dapat segera bergabung dengan forum kerjasama yang digagas oIeh Indonesia Eximbank ini.

"Kami mohon betul-betul dimanfaatkan sebaiknya. Bukan hanya MoU terus berhenti di laci. Tapi harus ditargetkan, tahun 2018 apa yang akan dicapai, jadi progress harus nampak betul tentang pemanfaatan kerja sama," kata Nasir. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed