Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan, pesta demokrasi tersebut akan menyumbang pertumbuhan investasi 0,37% ke produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
"Dari Pilkada, kita sudah hitung ada delta pertumbuhan investasi baru 0,37%, itu baru dari Pilkada kasih sumbangsih ke investasinya ya," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia sudah sering hidup di suasana demokrasi seperti itu dan tidak pernah terjadi kondisi negatif ke ekonomi. Pilkada itu bisa jadi daya dorong ke perekonomian Indonesia," ujarnya.
Menurut Agus saat ini kondisi Indonesia sudah memiliki kondisi ekonomi yang menuju perbaikan dan tumbuh berkesinambungan. Dia menjelaskan tahun ini di pasar modal saja indeks harga saham gabungan (IHSG) telah memecahkan rekor baru yakni di atas 6.000.
"Pasar modal tidak mungkin berkembang jika stabilitas sistem keuangan dan makro ekonominya tidak terjaga," ujar Agus. Kemudian investasi dinilai cukup membaik, hal ini tercermin dari nilai impor yang meningkat namun untuk barang modal dan barang baku.
Menurut Agus ini adalah persiapan pelaku usaha untuk berekspansi tahun depan dan siap untuk bergerak. "Saya optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa lebih baik," imbuh dia. (ara/ara)











































