Follow detikFinance
Jumat 29 Dec 2017, 18:15 WIB

LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode 3 November 2017 sampai dengan 15 Januari 2018 untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dipertahankan tetap dengan rincian sebagai berikut:

Bank Umum:
- Rupiah 5,75%
- Valas 0,75%

Bank Perkreditan Rakyat:
- Rupiah 8,25%

"Tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dipertahankan tetap," ujar Sekretaris Lembaga LPS, Samsu Adi Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Ditahannya tingkat suku bunga penjaminan dengan pertimbangan bahwa tingkat suku bunga tersebut masih sejalan dengan arah suku bunga simpanan bank benchmark LPS. Perkembangan suku bunga perbankan juga sejalan dengan arah kebijakan moneter yang berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan usaha untuk mendukung pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed