Follow detikFinance
Rabu 03 Jan 2018, 11:21 WIB

Pro Kontra Bitcoin di Kalangan Ekonom Dunia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pro Kontra Bitcoin di Kalangan Ekonom Dunia Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual yang paling disorot tahun 2017 lalu. Ini karena uang digital yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto ini memiliki pergerakan harga yang sangat liar.

Mengutip CNN Money, tahun lalu bitcoin melonjak tinggi, awal tahun nilai bitcoin berada di kisaran US$ 977 per keping atau setara dengan Rp 131,8 juta kemudian pada Desember 2017 sempat tembus ke posisi US$ 19.783 per keping atau setara dengan Rp 267,7 juta (kurs Rp 13.500), namun merosot kembali ke posisi US$ 13.889 per keping atau Rp 187,5 juta.

Berikut komentar dari sejumlah tokoh terkait pergerakan harga bitcoin :

PRO

Peter Thiel, Pengusaha

Dia menyebut jika investasi bitcoin bisa menyaingi emas atau logam mulia dan bitcoin memiliki potensi besar untuk berkembang. Dalam sebuah konferensi, Thiel mengatakan, saat ini memang orang cenderung meremehkan bitcoin, namun itu adalah pilihan dalam berinvestasi. "Bitcoin hanya untuk menyimpan, jadi anda sebenarnya tidak perlu menggunakan sebagai alat pembayaran," ujarnya. Saat ini dia terus mempelajari terkait perkembangan bitcoin.

Cameron Winklevoss, Pengusaha

Winklevoss menyebut jika bitcoin adalah aset yangs angat bernilai. Bahkan dia telah menjadi milioner bitcoin pertama pada tahun lalu. "Dalam jangka panjang dan arah yang jelas, bitcoin bisa menjadi aset bernilai jutaan dolar," imbuh dolar.

Tim Draper, Pendiri Silicon Valley

Pendiri Silicon Valley ini mengatakan, bitcoin adalah teknologi terbesar di era internet. Menurut dia, bitcoin adalah salah satu transformasi atau sebuah gerakan. Draper sudah berinvestasi di Bitcoin sejak 3 tahun lalu.

KONTRA

Jamie Dimon, CEO JP Morgan Chase

Jamie memandang, orang yang membeli bitcoin adalah orang yang bodoh. Dia adalah orang yang sangat menentang keberadaan bitcoin di dunia keuangan. Bahkan dia memprediksi bahwa pemerintah AS akan melenyapkan uang digital ini.

Dimon memang sering melontarkan kritik tajam terkait kenaikan bitcoin. Ia bahkan sempat mengancam akan memecat salah satu karyawannya yang memiliki anak menggunakan bitcoin sebagai alternatif investasi.

Janet Yellen, Mantan Gubernur Bank Sentral AS

Yellen menjelaskan, bitcoin memiliki nilai yang tidak stabil dan tidak termasuk legal tender. "Ini sangat spekulatif," ujar dia. Namun Yellen menyebutkan bitcoin berpotensi kecil bisa menyebabkan krisis finansial besar. Menurut dia, bitcoin hanya akan menimbulkan sejumlah risiko yang terbatas.

Warren Buffett, Orang Terkaya di Dunia

Menurut salah satu orang terkaya di dunia ini. Bitcoin bukanlah aset yang bisa menghasilkan nilai besar. Harga yang tidak dapat diprediksi bisa menciptakan bubble atau gelembung dalam sistem perekonomian.

Joseph Stiglitz, Peraih Nobel

Menurut Joesph, bitcoin adalah uang yang tidak bermanfaat secara sosial. "Bitcoin bisa melambung tinggi karena supply dan demand, namun tidak bermanfaat secara sosial," ujar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed