Ketua BPKP Kejar-kejaran dengan Nasabah Bank Global di DPR
Kamis, 16 Jun 2005 14:14 WIB
Jakarta - Puluhan nasabah Bank Global mengejar Ketua BPKP Arie Soelendro usai mengikuti raker dengan Komisi XI DPR. Nasabah itu mengejar-ngejar Arie karena tidak berkenan menerima keluhan dari nasabah. Kekisruhan sempat muncul di Gedung DPR/MPR itu dan kamera milik kameramen TPI sempat jatuh. Gubrak..!Kronologi kekisruhan dimulai saat raker antara BPKP dan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2005) berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.Arie yang menyadari sudah ditunggu puluhan nasabah Bank Global itu akhirnya menyelinap keluar lewat pintu samping Komisi XI. Namun tampaknya nasabah Bank Global tak kalah cerdik, dan sudah menunggu di pintu keluar samping itu. Nasabah yang berhasil mengurung Arie mendesak BPKP membantu penyelesaian nasib nasabah Bank Global. Namun Arie tidak bersedia memberi penjelasan dengan alasan kewenangan pengambilan keputusan soal kasus Bank Global berada di tangan Depkeu dan BI.Menghadapi situasi itu, Arie akhirnya kembali masuk ke ruangan Komisi XI dan keluar lewat pintu utama. Arie yang wajahnya terlihat pucat pasi terus keluar tanpa menghiraukan teriakan puluhan nasabah Bank Global yang rata-rata wanita muda itu. "Tolong, Pak Arie, tolong beri klarifikasi barang 5 menit!" teriak salah satu nasabah wanita histeris. Ada juga wanita yang meneriaki Arie sebagai maling dan rampok.Arie terus berjalan dan berhasil sampai di depan pintu keluar yang berjarak sekitar 30-an meter dari ruang Komisi XI itu dan langsung diamankan oleh Satuan Pamdal DPR. Arie akhirnya berhasil naik ke dalam mobilnya. Sementara para nasabah Bank Global terus berteriak histeris, dan memunculkan kegaduhan di Gedung Nusantara I. Koordinator nasabah Bank Global, Anna, akhirnya minta nasabah tetap tenang. Para nasabah juga sempat ditenangkan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo yang menegaskan aspirasi mereka akan terus diperjuangkan anggota Dewan. Dradjad juga minta nasabah tetap menjaga sopan santun. Saat ini satu per satu nasabah Bank Global sudah meninggalkan Gedung DPR setelah berdialog cukup lama dengan Dradjad. Anna juga meminta maaf kepada DPR atas terjadinya kericuhan.
(qom/)











































