Follow detikFinance
Rabu, 24 Jan 2018 16:12 WIB

Perusahaan Asuransi Jiwa Yakin Digitalisasi Tak Bikin PHK

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai perkembangan teknologi digital sangat pesat, khususnya dalam hubungan perusahaan dengan konsumen.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengungkapkan, perkembangan digital saat ini harus diikuti oleh industri asuransi di Indonesia. Menurut dia, teknologi juga mengubah perilaku masyarakat dalam berasuransi.

"Kami mendorong pelaku industri asuransi jiwa agar mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk manajemen risiko yang terus dikembangkan," kata Hendrisman dalam konferensi pers Digital and Risk Management in Insurance (DRiM), di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Hendrisman menjelaskan, teknologi digital tidak akan mempengaruhi jumlah pegawai atau adanya pengurangan pegawai (pemutusan hubungan kerja/PHK). Karena industri asuransi masih membutuhkan agen untuk mendapatkan nasabah atau pembeli polis.

"Kalau industri keuangan lain kan akan terpengaruh teknologi. Kalau asuransi kan masih membutuhkan hubungan emosional dalam perekrutan nasabah. Tidak cukup hanya dengan teknologi. Jadi kami yakin agen tidak akan tergerus digital," ujar dia.

Hendrisman meyakini jika teknologi akan mendorong perusahaan asuransi lebih dekat dengan nasabah. Pasalnya, semakin banyak channel untuk mengetahui akses dan mempermudah untuk mendapatkan asuransi.

AAJI juga akan menggelar kegiatan DRiM untuk merespon cepatnya perkembangan teknologi digital ini.

Hendrisman menjelaskan kegiatan ini, AAJI berkomitmen teguh untuk terus mendukung program literasi dan inklusi keuangan dari pemerintah dan OJK, serta mendorong para pelaku industri asuransi jiwa agar lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk dalam hal manajemen risiko yang juga harus terus dikembangkan.

Ketua Panitia DRiM Christine Setyabudi mengatakan, DRiM merupakan kegiatan perdana atas inisiasi AAJI yang didukung oleh para pelaku industri asuransi jiwa yang memiliki tujuan yang sama dalam menjawab cepatnya perkembangan teknologi digital dan pengaruhnya pada industri.

Dengan saling mendukung dan bekerjasama ini, dirinya meyakini akan dapat memberikan aksi nyata pada kemajuan industri asuransi jiwa.

"Kita tahu, Indonesia merupakan negara ke-8 terbesar dalam hal penggunaan internet, potensi ini sudah seyogyanya kita maksimalkan termasuk mampu mengatasi risiko yang terdapat di dalamnya. Sekaligus membantu meningkatkan dan memajukan penetrasi asuransi jiwa di negeri ini," ujar dia.

Sebagai kegiatan pembuka dari DRiM, AAJI bekerja sama dengan Purwadhika Start-up and Coding School, untuk menggelar hackathon start-up competition yang diikuti sekitar 100 orang generasi muda yang akan mempresentasikan ide dan karyanya terkait web dan aplikasi digital terkait proteksi asuransi jiwa.

Kegiatan ini kemudian akan diikuti dengan seminar dan pameran dimana perwakilan dari pemerintah, regulator, pelaku asuransi jiwa dan para ahli teknologi dan digital akan berbagi mengenai perkembangan teknologi digital dan manajemen risiko pada tanggal 22-23 Februari 2018 di Bali. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed