Follow detikFinance
Senin 29 Jan 2018, 11:07 WIB

Pemasaran Asuransi Bisa Lewat HP, Bagaimana Nasib Agen?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pemasaran Asuransi Bisa Lewat HP, Bagaimana Nasib Agen? Foto: Dana Aditiasari/detikFinance
Jakarta - Era digital dan teknologi disebut-sebut bisa mengurangi jumlah tenaga kerja. Pasalnya dengan teknologi, penawaran berbagai produk jasa keuangan termasuk asuransi bisa dilakukan secara online yang bisa diakses melalui telpon genggam atau handphone alias HP.

Lalu bagaimana nasib agen asuransi dengan adanya "pemasar digital" ini?


Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menjelaskan saat ini agen merupakan kanal distribusi utama bagi pemasaran produk asuransi jiwa, yakni sekitar 60%. Kanal distribusi lain adalah perbankan melalui bancassurance.

"Digitalisasi terutama dilakukan oleh pemain asing. Namun rendahnya literasi asuransi menyebabkan pemasaran secara personal face to face masih menjadi alasan utama," kata Irvan saat dihubungi detikFinance, Senin (29/1/2018).

Jadi, agen atau tenaga pemasar asuransi saat ini masih dibutuhkan oleh perusahaan. Meskipun sudah banyak jalur distribusi yang baru.

Sebelumnya, ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menjelaskan, teknologi digital tidak akan mempengaruhi jumlah pegawai. Karena industri asuransi masih membutuhkan agen untuk mendapatkan nasabah atau pembeli polis.

"Kalau industri keuangan lain kan akan terpengaruh teknologi. Kalau asuransi kan masih membutuhkan hubungan emosional dalam perekrutan nasabah. Tidak cukup hanya dengan teknologi. Jadi kami yakin agen tidak akan tergerus digital," ujar dia.

Hendrisman meyakini jika teknologi akan mendorong perusahaan asuransi lebih dekat dengan nasabah. Pasalnya, semakin banyak channel untuk mengetahui akses dan mempermudah mendapatkan asuransi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed