Follow detikFinance
Rabu, 31 Jan 2018 19:58 WIB

Masih Berani Investasi Bitcoin? Baca Dulu Artikel Ini

Eduardo Simorangkir, Lusinta Agustina - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Bank Indonesia (BI) melarang tegas penggunaan bitcoin baik untuk investasi maupun transaksi. Penggunaan bitcoin dipercaya bakal mengganggu stabilitas ekonomi nasional yang mencakup moneter, keuangan dan sistem pembayaran.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko mengatakan bahayanya penggunaan bitcoin telah dirasakan oleh sejumlah negara. BI selaku otoritas moneter mengingatkan kepada masyarakat agar hal tersebut jangan sampai juga terjadi di Indonesia.

"Perkembangan yang terjadi di berbagai negara. Berita terhangatnya, Facebook tidak mau lagi situsnya ditumpangi iklan-iklan terkait Virtual Currency," katanya dalam jumpa pers di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

"Lalu Jepang tempat penukaran bitcoinnya kena hack US$ 530 juta. Katanya mau dikembalikan, tapi dipertanyakan siapa yang mau kembalikan. Uangnya dari mana. Seperti itu yang kita enggak mau terjadi di Indonesia. Begitu ada bahayanya, ke siapa larinya?" tambahnya.

Selain itu, New York Stock Exchange Commision baru-baru ini juga telah menegaskan tak akan bisa mengakui virtual currency sebagai investasi kalau belum bisa menjawab enam hal. Di antaranya aspek bagaimana menghitung asetnya yang begitu tinggi volatilitasnya. Lalu payung hukumnya bagaimana hingga cakupan standar akuntansi apa saja.

"Perkembangan-perkembangan yang terjadi itu yang jadi perhatian BI. Karena dilihat dari sisi stabilitas sistem moneter itu bahaya sekali karena proses penciptaan uangnya yang luar biasa. Tidak hanya stabilitas moneter, keuangan dan sistem pembayaran, tapi juga perlindungan konsumen yang terjadi di Jepang," jelas Onny.

Adapun bagi para pengguna yang telah memiliki bitcoin saat ini, BI tak memiliki perlindungan hukum atas hal tersebut, sehingga keputusan yang telah diambil oleh masyarakat saat ini dianggap telah diperhitungkan untung ruginya. Untuk itu, BI meminta menghentikan penggunaan bitcoin sebelum akhirnya yang dikhawatirkan terjadi.

"Kalau sudah terlanjur, berarti sudah take a risk. Artinya siap untung atau rugi. Tapi harapan kami jangan meluas dulu kalau belum jelas. Kalau sudah jelas, para pembeli yang baru silakan ambil keputusan. Kami ingatkan lagi, kita belajar dari kejadian-kejadian yang terjadi di berbagai negara," pungkasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed