Kebijakan Moneter akan Efektif Jika Sistem Keuangan Stabil

Kebijakan Moneter akan Efektif Jika Sistem Keuangan Stabil

- detikFinance
Minggu, 19 Jun 2005 21:24 WIB
Jakarta - Kestabilan sistem keuangan menjadi prasyarat utama bagi bank sentral agar kebijakan moneternya efektif. Salah satu cara membuat sistem keuangan yang stabil adalah konsolidasi perbankan."Langkah memperkuat sistem keuangan di masing-masing negara menjadi sebuah prasyarat utama yang harus dilakukan. Konsolidasi perbankan adalah salah satu langkah yang ditempuh negara-negara EMEAP untuk membangun sistem keuangannya," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullan disela sidang Executive's Meeting of East Asia Pasific Central Bank or Monetary Authority (EMEAP) di Bali.Beberapa negara EMEAP, lanjutnya, mengintegrasikan langkah konsolidasi perbankan sebagai bagian dalam restrukturisasi sistem perbankannya. Sementara negara lainnya melakukan konsolidasi sebagai bagian dari upaya menghadapi persaingan yang lebih tinggi di lingkungan global."Sidang EMEAP juga mendengarkan langkah-langkah konsolidasi perbankan yang ditempuh oleh Philipina, Jepang, dan China. Dari presentasi mereka kita banyak mendapat pelajaran dan pengalaman bahwa konsolidasi perbankan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan apabila perbankan kita ingin bertahan di era persaingan global," tandasnya.Terkait dengan hal itu, imbuh Burhanuddin, pada 30 Juni 2005 nanti, Bank Indonesia akan mengumumkan perkembangan dalam proses konsolidasi perbankan, termasuk di dalamnya kriteria-kriteria bagi bank jangkar.Pengumuman kriteria bank jangkar tersebut, bukan berarti bahwa Bank Indonesia akan membatasi hak untuk hidup dan hak untuk berusaha dari bank-bank kecil. Namun ini lebih kepada pemahaman bagi industri perbankan bahwa ke depan iklim bisnis dan kondisi industri perbankan akan begitu kompetitif dan demanding dalam pelayanan serta semakin ketat dalam ketentuan. "Di sisi lain, mengingat stabilitas sistem keuangan, baik pada level nasional maupun internasional dapat dipengaruhi secara signifikan oleh keberadaan industri perbankan ini, maka ke depan, Bank Indonesia akan lebih ketat dalam menerapkan rambu-rambu, persyaratan, ketentuan dan pengawasan bahkan enforcement-nya," tegasnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads