Follow detikFinance
Senin 05 Feb 2018, 16:22 WIB

Pajak Intip Kartu Kredit, Sri Mulyani: Tak Semua Transaksi Dilihat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pajak Intip Kartu Kredit, Sri Mulyani: Tak Semua Transaksi Dilihat Foto: Grandyos Zafna
Depok - Pemerintah meminta perbankan memberikan data transaksi kartu kredit nasabah masing-masing. Ini dilakukan untuk mengecek kepatuhan pajak para nasabah kartu kredit.

Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 228/PMK.03/2017 tentang Rincian dan Informasi serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang Berkaitan dengan Perpajakan. Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, aturan ini untuk melaksanakan Automatic Exchange of Information (AEoI) yang akan dimulai Juli.

Namun, Sri Mulyani berjanji, pelaksanaan aturan ini akan berlangsung bertahap, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.


"Untuk membuat masyarakat tidak merasa bahwa ini adalah sesuatu yang baru atau mengkhawatirkan, kami meminta ini dilakukan secara bertahap sama seperti yang dilakukan sebelumnya," ujar Sri Mulyani di Universitas Indonesia, Depok, Senin (5/2/2018).

Dalam menjalankan kebijakan ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggunakan mekanisme threshold, yaitu hanya memantau nasabah dengan transaksi Rp 1 miliar ke atas.

Artinya, tidak semua transaksi nasabah kartu kredit dipantau Ditjen Pajak.

"Kita menggunakan threshold supaya masyarakat enggak merasa semua transaksinya akan dilihat. Threshold-nya sama seperti yang dikatakan Dirjen Pajak," terang Sri Mulyani. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed