Follow detikFinance
Selasa 06 Feb 2018, 21:17 WIB

Bank Mandiri Fokus Turunkan Kredit Bermasalah di 2018

Danang Sugianto - detikFinance
Bank Mandiri Fokus Turunkan Kredit Bermasalah di 2018 Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini di kisaran 10-20%. Target itu jauh lebih rendah dibandingkan capaian pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 49,5% dari 2016 Rp 13,8 triliun menjadi Rp 20,6 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tahun lalu disebabkan adanya penurunan biaya pencadangan yang cukup signifikan dari Rp24,6 triliun di 2016 menjadi Rp16 triliun.

"Pertumbuhan laba drastis di 2017 karena ada penurunan dari pencadangan yang cukup besar. Jadi pertumbuhan laba di 2018 tidak akan sedrastis 2018," tuturnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Penurunan biaya pencadangan di tahun lalu lantaran Bank Mandiri berupaya menurunkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). Tercata di 2017 NPL Bank Mandiri turun dari 4% menjadi 3,46% secara gross, sementara NPL net turun dari 1,53% menjadi 1,18%.

Upaya penurunan NPL juga akan terus dilakukan pada tahun ini. Hal itu membuat perseroan menahan diri untuk melakukan eskpansi secata anorganik atau akuisisi.

"Kita diminta untuk slowdown dulu anorganik. Kita fokus turunkan NPL 3%, nanti baru kita pertimbangkan lagi kalau NPK di bawah 2,5%," tuturnya.

Tak hanya itu, perseroan juga berniat untuk membawa anak usahanya PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk melantai di pasar modal di tahun depan. Seluruh rencana aksi korporasi akan ditahan tahun ini.

"2019 coporate action-nya. 2018 masih tahun penyelesaian NPL," tegasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed