"Presiden sudah jelas kita perlu mendorong ekspor dan mendorong investasi yang berorientasi ekspor. Supaya rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa menjadi lebih baik," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam Soft Launching CNBC Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).
Mengutip data BI, rasio utang luar negeri terhadap penerimaan ekspor barang dan jasa Indonesia sebesar 170%, Brasil di level 261,5%, Turki di level 207,9%. Selanjutnya, Afrika Selatan 153,8%, Malaysia dan India di level 89%, dan Filipina 61%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































