SBI Diprediksi Meningkat Tajam

Lelang Hari Ini

SBI Diprediksi Meningkat Tajam

- detikFinance
Rabu, 22 Jun 2005 10:01 WIB
Jakarta - Tingat suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka waktu satu bulan dalam lelang yang dilakukan BI hari ini diprediksi akan meningkat tajam. Kenaikannya diprediksi mencapai angka terbesar dalam delapan kali lelang terakhir untuk meredam keterpurukan rupiah.Demikian survei yang dilakukan Reuters terhadap lima perusahaan keuangan, Rabu (22/6/2005). Pada lelang terakhir, SBI jangka waktu bulan berada di posisi 8,06 persen. Seiring anjloknya rupiah hingga mendekati level Rp 9.700 per dolar AS, suku bunga overnight (jatuh tempo semalam) sempat naik pada level 60 persen pada Selasa (21/6/2005) pukul 14.00 WIB. Namun akhirnya kembali turun tajam di kisaran 10 persen.Dalam survei yang dilakukan Reuters disebutkan, rata-rata penawaran dalam lelang SBI diperkirakan meningkat 12 basis poin menjadi 8,18 persen. Sementara kisaran penawaran adalah 8,10 hingga 8,25 persen.Jika memang kenaikan SBI mencapai 12 basis poin, maka berarti kenaikan yang terbesar sejak lelang pada tanggal 20 April. Saat itu kenaikan mencapai 17 basis poin menjadi 7,7 persen.BI sebelumnya mengatakan lelang SBI hari ini akan menyerap likuiditias hingga Rp 6 triliun, atau dua kali lipat SBI yang jatuh tempo bulan ini. Menurut dealer, langkah ini ditempuh BI dalam rangka memperketat lagi likuiditas dan membendung pelemahan rupiah. "Saya tidak yakin akan ada banyak penawaran masuk, mengingat ketatnya likuiditas. Kemungkinan hanya ada sedikit penawar yang ikut lelang, BI kemungkinan tidak bisa memenuhi target itu," ujar seorang dealer valas. Nilai tukar rupiah kini tercatat sebagai mata uang paling buruk performanya se-Asia. Dengan penutupan di level Rp 9.660 per dolar AS pada Selasa (21/6/2005) kemarin, rupiah berarti telah turun hingga 4 persen dari posisi Maret lalu, atau anjlok 9,5 persen dibandingkan tahun lalu. Padahal BI telah mati-matian menguatkan rupiah, salah satunya melalui lelang SBI. Terhitung sejak Maret, SBI telah naik hingga 60 basis poin guna menyokong rupiah dan mengendalikan inflasi. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads