Impor Meningkat, Rupiah Tertekan

Dipicu Maraknya Investasi

Impor Meningkat, Rupiah Tertekan

- detikFinance
Rabu, 22 Jun 2005 11:50 WIB
Jakarta - Maraknya investasi ternyata berdampak tidak baik bagi rupiah. Investasi yang mulai menggeliat dan meningkatkan impor, ditengarai menjadi pemicu pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini."Kalau dilihat yang lebih sistematis, itu terlihat dari ekspor impor. Ekspor meski meningkat, tapi agak melambat. Tapi impor meningkatnya signifikan akibat maraknya investasi," kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Armida Salsiah Alisyahbana.Armida menyampaikan hal itu saat mengikuti fit and proper test calon anggota badan supervisi BI di Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2005). Setelah mendapat predikat mata uang dengan performa terbaik pada tahun lalu, kini rupiah tercatat sebagai mata uang paling buruk performanya se-Asia.Dengan penutupan di level Rp 9.660 per dolar AS pada Selasa (21/6/2005) kemarin, rupiah berarti telah turun hingga 4 persen dari posisi Maret lalu, atau anjlok 9,5 persen dibandingkan tahun lalu. Armida menambahkan, pelemahan rupiah juga merupakan imbas faktor eksternal, di mana semua pihak saat ini mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dari 3 persen menjadi 3,25 persen. "Jika Bank Indonesia ingin menjaga volatilitas, maka mau tidak mau akan mempengaruhi posisi cadangan devisa kita," imbuhnya. Armida juga menyebutkan, secara umum, nilai tukar rupiah memang masih undervalue terhadap varitas daya beli. Namun Armida enggan menyebutkan di level berapa semestinya rupiah saat ini. Ketika ditanyakan apakah saat ini perlu dilakukan pematokan atau peg rupiah terhadap dolar AS, Armida menyatakan, sebelum melakukan pematokan, perlu ada aspek teknis yang dipenuhi."Untuk saat ini, saya melihat peg belum akan optimal untuk menahan pelemahan rupiah," ujar Armida. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads