Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Feb 2018 10:00 WIB

Fakta Seputar Kartu ATM Wajib Pakai Chip

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh kartu debit atau ATM yang diterbitkan bank menggunakan chip hingga akhir 2021. Ini artinya, kartu ATM yang masih menggunakan magnetic stripe tak akan lagi bisa digunakan pada 2022.

Deputi Gubernur BI Sugeng menjelaskan latar belakang utama tentang standar nasional penggunaan kartu chip adalah untuk keamanan transaksi. Kartu debit yang menggunakan chip dinilai lebih aman dari risiko skimming yang biasanya terjadi pada kartu berteknologi magnetic stripe.

"Dengan menggunakan standard kartu chip nasional yang berdasarkan international best practices, maka sistem pembayaran di Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain," kata Sugeng saat dihubungi detikFinance, Senin (19/2/2018).

Dia menjelaskan, selain keamanan penggunaan chip pada kartu debit juga bisa mewujudkan biaya transaksi yang efisien dan interoperability sistem pembayaran.

Penggunaan National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) dan PIN 6 digit wajib diimplementasikan oleh seluruh penyelenggara kartu ATM dan atau kartu debet yaitu prinsipal, switching, penerbit, acquirer, Penyelenggara Kliring dan atau Penyelenggara Setelmen.

Teknologi NSICCS juga diterapkan tidak hanya pada kartu namun juga pada pada perangkat ATM, EDC serta seluruh sistem yang digunakan untuk memproses transaksi kartu ATM dan atau kartu debit.

Berikut fakta penggunaan chip pada kartu ATM: (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed