Bank NISP Tak Bagi Dividen

Laba untuk Modal Kerja

Bank NISP Tak Bagi Dividen

- detikFinance
Kamis, 23 Jun 2005 15:52 WIB
Jakarta - Rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank NISP akhirnya memutuskan tidak membagikan dividen. Keputusan itu sesuai dengan usulan dari Oversea Chinese Banking Corporation (OCBC) Ltd sebagai pemilik 70,62 persen saham Bank NISP.Laba bersih yang diperoleh Bank NISP selama tahun 2004 akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit yang naik 30 persen tahun ini. "OCBC memang mengusulkan untuk tidak membagikan dividen. Dan hal tersebut disetujui oleh pemegang saham," kata Dirut Bank NISP Pramukti Surjaudaja usai RUPS di Hotel Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (23/6/2005). Pada tahun 2003, Bank NISP membagikan dividen sebesar 23 persen laba bersihnya atau Rp 10 per saham. Bank NISP pada tahun 2004 mencatat laba bersih Rp 290,983 miliar, naik dibandingkan tahun 2003 sebesar Rp 176,745 miliar.Menurut Pramukti, seluruh laba bersih tahun 2004 akan digunakan utuk reinvestasi. Apalagi tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan aset naik 30 persen atau dengan kredit baru Rp 3 hingga Rp 4 triliun. Diakui, dengan pertumbuhan kredit itu, kemungkinan besar CAR Bank NISP akan turun menjadi 12 persen atau di bawah 12 persen dibandingkan posisi per Maret 2005 yang sebesar 16,02 persen. Idealnya, menurut Pramukti, CAR Bank NISP sebesar 20 persen. Namun CAR 12 persen dinilai masih aman. Untuk menjaga CAR, Bank NISP akan melakukan right issue pada tahun ini atau awal tahun depan. "Sekarang kita masih menghitung besaran jumlahnya," kata Pramukti.Dalam RUPS juga disetujui untuk melepas saham Bank NISP di PT Bank Resona Perdania yang dulu bernama Bank Daiwa Perdania. Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 19,92 persen atau sejumlah 567.677 saham. Penjualan tersebut diharapkan bisa menghasilkan dana US$ 24,5 juta. Berdasarkan hasil penilaian saham yang dilakukan oleh penilai independen PT Actual Kencana Appraisal, nilai pasar wajar aset saham Bank Resona berkisar antara Rp 129,99 miliar hingga 183,640 miliar atau setara US$ 13,711 juta hingga US$ 19,371 juta. Saham itu akan dijual terlebih dahulu kepada pemegang saham di antaranya Nomura dan pemegang saham lain dari Jepang. Pelepasan ini dilakukan untuk memaksimalkan aset produktif perseroan karena hasil keseluruhan untuk meningkatkan aset. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads