BPR Milik Pemda Masih Layani Kredit Senilai Rp 100 Ribu
Kamis, 23 Jun 2005 15:54 WIB
Yogyakarta - Mungkin Anda akan dilayani dengan sinis kalau mengajukan kredit Rp 100 ribu di bank besar. Namun tidak jika Anda mendatangai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah (pemda). BPR milik pemda itu hingga kini masih melayani kredit senilai Rp 100 ribu yang biasanya diajukan masyarakat tidak mampu. Namun hebatnya, meski melayani kredit recehan, BPR ini tetap mampu menghasilkan untung.Hal itu dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemda (Perbamida) Suhardjo kepada wartawan seusai rakernas Perbamida di Hotel Mercure Yogyakarta di Jl Sudirman, Kamis (23/6/2005)."Kami sampai saat ini masih melayani kredit sebesar Rp 100 ribu yang sudah tidak dilayani oleh bank-bank lain," katanya.Menurut dia, kredit skala kecil itu masih diberikan kepada masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan. Pemberian kredit kecil oleh BPR milik pemda ini memang merupakan salah satu upaya peningkatan dari BKK (Badan Kredit Kecamatan) atau BUKP (Badan Usaha Kredit Pedesaan).Suharjo menambahkan, BPR milik pemda memiliki misi yang berbeda dengan BPR milik swasta. BPR milik pemda memiliki misi yang lebih dalam lagi, yakni untuk membantu masyarakat kecil. "Karena itu, kredit Rp 100 ribu saja masih kami layani," ujarnya.Sebagai BUMD katanya, BPR milik pemda saat ini juga telah menunjukkan fungsi sebagai salah satu sumber keuangan pemerintah daerah. Dari sekitar 800-an BPR milik pemda, hanya ada satu-dua saja yang belum menghasilkan keuntungan sehingga belum bisa menyetor dana ke pemerintah daerah."Saat ini memang ada beberapa kabupaten/kota di Indonesia yang belum memiliki BPR milik pemda. Karena itu kami mengharapkan, dalam waktu dekat kabupaten/kota itu segera membentuk BPR milik pemda," katanya.Sementara itu Direktur Pengawasan BPR Bank Indonesia Irma Jaya Dalimi mengatakan, perkembangan industri BPR dalam dua tahun terakhir ini menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Hal itu tercermin dari volume usaha BPR dalam 2003 yang mengalami peningkatan sebesar 39 persen dari tahun sebelumnya dan meningkat lagi sebesar 32% pada tahun 2004.Sedangkan kredit yang disalurkan, pada 2003 meningkat 34 persen dan pada 2004 meningkat lagi 35 persen. Predikat BPR sehat juga meningkat dari 66,7 persenmenjadi 69,5 persen dari total BPR sebanyak 2.158 unit. "Ini semua mengindikasikan pulihnya fungsi BPR sebagai lembaga intermediasi," katanya.
(qom/)











































