Follow detikFinance
Kamis, 01 Mar 2018 17:50 WIB

Dolar AS Menguat Terhadap Rupiah, Ini Penjelasan BI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipicu oleh faktor global. Faktor global tersebut membuat rupiah terus tertekan sejak awal Februari dan sempat tembus Rp 13.800 per dolar AS hari ini.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Doddy Zulverdi, mengatakan faktor global tersebut ialah terkait rencana Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga.

"FOMC muncul di akhir Januari dan menunjukkan pernyataan assessment lebih, menunjukkan The Fed lebih yakin menaikkan suku bunga, membuat market melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi suku bunga ke depan," kata Doddy di Kantor BI, Jakarta, Kamis (1/3/2018).


Hal itu dikombinasikan dengan kesepakatan dalam kongres di AS di mana adanya ruang defisit AS mencapai US$ 200 miliar.

"Otomatis defisit fiskal semakin besar akan makin banyak penerbitan obligasi di AS, supply bond makin membengkak," jelas Doddy.


Bukan hanya itu, pelemahan tersebut dipicu oleh data-data positif di AS yang dirilis sejak awal Februari. Data tersebut seperti upah, tenaga kerja, produksi, dan sebagainya. Hal ini menambah keyakinan pelaku pasar jika The Fed akan menaikkan suku bunga.

"Kemudian semakin menambah keyakinan pasar kenaikan suku bunga di AS akan naik," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed