Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 11:45 WIB

Jangan Tertipu, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Satuan tugas waspada investasi kemarin (7/3) menghentikan 57 kegiatan usaha yang terindikasi investasi bodong. Mulai dari penjualan cryptocurrency, future trading, hingga multilevel marketing.

Ciri-ciri investasi bodong itu apa saja ya?

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan perusahaan yang terindikasi investasi bodong biasanya menjanjikan keuntungan atau imbal hasil yang sangat tinggi. Hingga di luar batas kewajaran dan di luar nalar.



Dia menceritakan, satgas beberapa waktu lalu menghentikan kegiatan usaha investasi bodong yang bermodus menjual bitcoin atau cryptocurrency.

"Orang Indonesia itu sangat kreatif, mereka memanfaatkan keinginan masyarakat Indonesia dengan iming-iming bunga yang besar. Ada yang memberi bunga 1% per hari, bagaimana mungkin itu?," kata Tongam kepada detikFinance, Kamis (8/3/2018).

Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut juga bahkan ada yang menjanjikan keuntungan 5% per hari. Tongam menyayangkan masih ada masyarakat yang percaya dengan janji-janji ini.

"Begini, kalau dia kasih 1% per hari kenapa dia ajak orang lain. Dia aja sendiri dan dia jadi kaya. Mereka kreatif sekali dalam mengajak masyarakat," ujarnya.



Tongam meminta kepada masyarakat agar waspada dan tak ikut kegiatan investasi yang tidak jelas dan mencurigakan. Menurut dia, masyarakat juga harus memahami jika tidak ada investasi dengan keuntungan besar tapi risikonya rendah.

"Kalau ada yang tawarkan investasi untungnya besar, tapi risikonya rendah atau tidak berisiko. Tinggalkan, yang namanya investasi ya berisiko," ujar dia.

Menurut dia, ini memang masih menjadi masalah di Indonesia karena masyarakat Indonesia yang mudah tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang dijanjikan penipu.

"Masyarakat masih ingin cepat kaya, dan ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Jangan salah, korban penipuan berkedok investasi ini tak hanya dari kalangan kurang terpelajar tapi juga orang berpendidikan, jadi ini PR kita," ujarnya.



Untuk investasi masyarakat harus memperhatikan konsep 2 L yakni legal dan logis. Tongam mengimbau kepada masyarakat, jika mendapatkan penawaran baik dari orang lain atau melalui internet harus memperhatikan prinsip 2 L.

"Logis artinya memberikan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Jadi harus waspada," ujar Tongam.

Dia menjelaskan, imbal hasil yang terlalu tinggi dan diklaim tanpa risiko justru cenderung menyesatkan.

Pertama legal artinya, periksa legalitas izinnya jika ragu hubungi call center OJK di 1500655 atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi ke depannya masih terus menangani investasi ilegal dan terus menerima pengaduan masyarakat.

"Kami melihat di media sosial dan sumber informasi lainnya. Kami analisis, kami panggil entitas tersebut dan apabila diduga merugikan masyarakat maka kami hentikan kegiatannya," pungkasnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed