Follow detikFinance
Jumat, 09 Mar 2018 17:41 WIB

Posisinya Digeser Perry Warjiyo, Ini Pesan Agus Marto

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menyerahkan nama calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo periode 2018-2023 pengganti Agus Martowardojo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 5 Maret lalu.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan sebentar lagi BI akan memiliki pejabat baru. "23 Mei ini selesai tugas saya di BI, saya yakinkan BI tetap memiliki kinerja yang baik," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Agus mengharapkan dengan pejabat baru BI tetap memiliki kinerja yang baik. Sehingga BI bisa tetap menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan nasional. "Saya yakin, stabilitas makro ekonomi akan tetap dijaga ke depannya oleh pak Perry," ujar dia.

Mantan Dirut Bank Permata ini menjelaskan, Perry adalah sosok yang sangat memahami Bank Indonesia. Saat ini Perry masih menjabat sebagai Deputi Gubernur BI yang concern untuk menjaga stabilitas makro ekonomi, sistem keuangan, stabilitas nilai tukar dan moneter bisa tetap terjaga.

"Figur yang dipilih Presiden, punya keahlian atau pengalaman yang panjang di BI, mulai dari anggota dewan gubernur (ADG), pejabat di International Monetary Fund (IMF)," imbuh dia.

Menurut dia, Perry sudah memiliki disiplin moneter yang sesuai dengan mandat BI untuk mengembangkan fungsi moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, peredaran uang, pengembangan dan pendalaman pasar keuangan hingga ekonomi syariah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Presiden dan DPR bisa tepat waktu mengusulkan calon Gubernur BI periode 2018-2023. Nasional dan internasional menyambut baik dan diharapkan kinerja BI bisa lebih baik," ujar dia.

Perry Warjiyo saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, sebelumnya ia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional di bank Indonesia. Dia juga pernah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada 2009, selama dua tahun Perry menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

Perry bergabung di BI sejak 1984, khususnya riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta kepala Biro Gubernur. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed