Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 09 Mar 2018 19:05 WIB

Soal Investasi Bodong, DPR: Tawaran Untung Tinggi Harus Dicurigai

Mega Putra Ratya - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Penipuan berkedok investasi masih cukup marak di Indonesia. Dengan beragam modus, pelaku itu menjerat korban, hingga menyebabkan kerugian yang tak sedikit.

Modus seperti koperasi yang menawarkan simpanan dengan bunga tinggi, money game, hingga penjualan mata uang kripto yang juga menjanjikan kenaikan harga yang sangat tinggi, berhasil memikat masyarakat.


Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terkecoh dengan berbagai investasi yang bisa menghasilkan keuntungan tak wajar. Menurutnya, jika investasi menawarkan keuntungan besar, tapi dengan modal yang minim, tentu harus dicurigai.

"Tawaran keuntungan tinggi seharusnya dicurigai. Masyarakat yang mendapat tawaran itu, sebaiknya jangan sampai terjebak. Bisa dilacak dulu mengenai investasi itu. Jika memang terlihat semakin mencurigakan, segera laporkan ke pihak terkait, misalnya Satgas Waspada Investasi," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (9/3/2018).

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi beberapa tahun terakhir telah menghentikan ratusan perusahaan yang melakukan tipu-tipu ke masyarakat. Namun masih ada saja masyarakat yang terjebak dengan janji manis perusahaan investasi bodong itu.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menyebutkan, salah satu penyebab masih hidupnya investasi bodong ini di Indonesia, karena masyarakat ingin cepat kaya.

"Saya sependapat dengan hal itu. Masyarakat ingin cepat kaya, dengan modal yang sedikit, risiko rendah tapi bisa dapat untung yang besar. Ini justru dimanfaatkan oleh oknum penipu, untuk menjebak masyarakat. Untuk itu, literasi investasi maupun kewaspadaan masyarakat juga harus ditingkatkan. Dan jika melihat investasi yang mencurigakan, segera laporkan," pesan Taufik.


Di kesempatan berbeda, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing memaparkan, masyarakat yang masih ingin cepat kaya namun ingin mengambil jalan pintas tentu dimanfaatkan oleh oknum penipu ini. Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang tergiur dengan penawaran investasi bodong ini. Misalnya, perusahaan menawarkan imbal hasil investasi sampai 10 persen per bulan.

"Inikan penawarannya tidak masuk akal, mereka ditawarkan bunga 10 persen sebulan tanpa risiko. Investasi itu makin tinggi return makin tinggi risikonya. Padahal saat ini tingkat bunga deposito saja paling tinggi 6 persen, jadi penawaran 10 persen itu tentu tidak masuk akal," jelas Tongam. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed