Follow detikFinance
Sabtu, 10 Mar 2018 13:20 WIB

Daripada Tertipu Investasi Bodong, Lebih Baik Tanam Uang di Sini

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Investasi bodong tentu dapat merugikan masyarakat. Nah, daripada merugikan lebih baik melakukan investasi di pasar modal.

Menurut Kepala Bagian Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dien Sukmarini banyak kejadian investasi bodong yang baru-baru ini terjadi. Ia menjelaskan hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dari masyarakat.

"Di masyarakat banyak orang ditawarin investasi bodong. Di Depok ada kasusnya Pandawa kemudian di Cirebon dan kasusnya di Tangerang. Bukannya manusia menolong manusia tapi malah membunuh. Kenapa? Karena masyarakat kita pengetahuannya masih kurang," kata Dien di acara Mengenal Pasar Modal Syariah di D'Nox Cafe and Resto, Jakarta, Sabtu (10/3/2018).


Ia pun memberi contoh investasi bodong yang menawarkan keuntungan 10% per bulannya dan membuat masyarakat tergoda.

"Untungnya sekian persen iming-iming 10% untungnya per bulan ya orang taruh duit Rp 15 juta dapat duit sebulan Rp 1,5 juta. Tinggal duduk manis. Nah orang banyak tergoda," imbuhnya.

Maka dari itu, Dien mengimbau masyarakat untuk memilih investasi di pasar modal. Sebab investasi tersebut juga dapat membantu perekonomian di Indonesia.


Dien memaparkan pada dasarnya kondisi pasar modal di Indonesia sangat rentan. Pasalnya, saat ini pasar modal Indonesia dipengaruhi asing.

"Gampang sekali pasar modal kita dijadikan ibarat mainan investasi. Minggu kemarin indeks sempat turun sekitar 2%. Pasar modal kita dikuasi oleh asing 60% dan 40%-nya domestik," jelasnya

"Kerena investor asing mencoba menarik sebagian dari investasinya. Nah begitu investor mengambil (menarik investasinya) itu lah turun (indeksnya)," pungkasnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed