Asuransi Astra Buana Terbaik Versi Majalah Investor
Selasa, 28 Jun 2005 18:50 WIB
Jakarta - Sembilan perusahaan asuransi mendapat predikat Asuransi Terbaik 2005 versi Majalah Investor. Untuk kategori asuransi umum dengan aset di atas Rp 1 triliun diraih PT Asuransi Astra Buana.Sedangkan PT Asuransi Adira Dinamika menjadi asuransi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 250 miliar hingga Rp 1 triliun, PT Asuransi Bumiputeramuda 1967 teratas dalam kelompok aset di atas Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar, dan PT Asuransi Aegis Indonesia terbaik dalam kategori aset di bawah Rp 100 miliar.Β Β Β Β Di kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance menempati posisi teratas untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun, PT BNI Life Insurance terbaik pada kategori aset di atas Rp 250 miliar hingga Rp 1 triliun, PT Asuransi Jiwa Bakrie unggul dalam kategori aset di atas Rp 100 miliar hingga Rp 250 miliar dan PT Anugrah Life Insurance teratas dalam kategori aset di bawah Rp 100 miliar.Untuk perusahaan reasuransi, yang berhasil menempati posisi teratas adalah PT Tugu Reasuransi Indonesia. Sedangkan, penghargaan khusus diberikan kepada PT Jasa Raharja (Persero), sebagai perusahaan asuransi sosial terinovatif.Hasil penelitian Litbang Majalah Investor menyebutkan, ke-9 perusahaan asuransi itu terpilih sebagai perusahaan asuransi terbaik di kelompoknya masing-masing, setelah melewati proses seleksi awal dan proses pemeringkatan Majalah Investor. Untuk penghargaan khusus diberikan dengan mempertimbangkan inovasi dan perbaikan pelayanan yang diberikan perusahaan asuransi sosial sepanjang tahun 2004. Ada pun, untuk mengukur peringkat perusahaan asuransi itu, digunakan sejumlah kriteria pemeringkatan.Kriteria PemeringkatanDalam pemeringkatan asuransi ini, Majalah Investor menggunakan data laporan keuangan tahun 2001 hingga 2004. Dari data-data itu kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian terhadap kinerja perusahaan. Pada pemeringkatan perusahaan asuransi umum digunakan 13 kriteria yakni, pertumbuhan aset rata-rata (2001-2004), pertumbuhan ekuitas rata-rata (2001-2004), pertumbuhan cadangan klaim rata-rata (2001-2004), pertumbuhan premi neto rata-rata (2001-2004), pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata (2001-2004), pertumbuhan hasil investasi rata-rata (2001-2004), pertumbuhan laba bersih rata-rata (2001-2004), pertumbuhan hasil underwriting rata-rata (2001-2004), ROA (return on asset) 2004, ROE (return on equity) 2004, RBC (risk based capital) 2004, TATO (total asset turn over) 2004 dan pangsa pasar 2004.Pemeringkatan perusahaan asuransi jiwa menggunakan 14 kriteria. Sejumlah kriteria yang digunakan hampir sama dengan kriteria asuransi umum, kecuali 4 kriteria, yaitu pertumbuhan cadangan premi neto, pertumbuhan pandapatan, rasio biaya akuisisi terhadap premi neto dan persentase hasil investasi. Untuk reasuransi, digunakan kriteria yang sama dengan asuransi umum. Tim juri pemeringkatan asuransi 2005 tidak mengikutsertakan perusahaan asuransi sosial dalam pemeringkatan. Ini karena pangsa pasar asuransi sosial berbeda-beda dan masing-masing memonopoli bidangnya, maka tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain. Tim juri sepakat memberikan penghargaan khusus kepada asuransi sosial berdasarkan inovasi dan perbaikan pelayanan sepanjang tahun 2004.Kriteria TATO dimasukkan dalam penilaian karena dianggap penting untuk menghitung turn over dari perusahaan asuransi, yang dikaitkan dengan aset yang dimiliki. TATO dihitung dari premi penutupan langsung dibagi aset total. Bila TATO sama dengan satu, berarti setiap satu satuan aset mampu menghasilkan satu satuan premi. Yang ideal, TATO dari perusahaan itu bernilai lebih dari satu. Kriteria pangsa pasar digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan asuransi dalam memperebutkan pangsa pasar yang ada. Makin besar pangsa pasar, berarti makin piawai perusahaan itu dalam menghadapi persaingan di pasar.
(qom/)











































