Follow detikFinance
Selasa, 20 Mar 2018 20:30 WIB

Cegah Skimming, Bank Tingkatkan Keamanan dan Edukasi Nasabah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Pool Foto: Pool
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan gencar melakukan edukasi kepada nasabah untuk mencegah dugaan skimming yang mengakibatkan hilangnya uang nasabah.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan selain edukasi ke nasabah, bank juga meningkatkan sistem keamanan. "Bank sistem keamanannya ditingkatkan, ini masalah edukasi sih sebenarnya," kata Anggoro dalam konferensi pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Dia menjelaskan edukasi yang diberikan nasabah seperti menginformasikan bagaimana ciri-ciri skimming, apa bahaya dari skimming hingga memberitahu bagaimana cara menggunakan mesin ATM yang aman.


"Kita juga intens edukasi ke nasabah, jika mereka mau menggunakan ATM itu bisa dicek bagaimana wajar atau tidak," ujar dia.

Anggoro menjelaskaan, saat ini tidak ada laporan dari nasabah BNI terkait dugaan skimming. Namun perseroan tetap melakukan langkah antisipasi dan tetap preventif dengan lebih sering melakukan pemeriksaan pada seluruh mesin ATM.

Saat ini BNI telah memiliki sistem anti fraud yang diawasi oleh fraud control unit. "Dengan unit ini setiap ada transaksi yang aneh atau anomali akan distop transaksinya, upaya untuk pencegahan," ujarnya.


Anggoro menjelaskan, untuk meminimalisir risiko skimming. BNI terus mempercepat migrasi kartu debit yang menggunakan magnetic stripe ke teknologi chip.

Menurut Anggoro kartu debit yang menggunakan chip dinilai lebih aman dibandingkan kartu yang masih menggunakan magnetic stripe. Saat ini BNI telah menggunakan teknologi chip untuk kartu debit di tabungan baru yang dikeluarkan.


"Target kami akhir tahun sudah 30% kartu yang menggunakan chip. Caranya kalau ada nasabah kartunya rusak atau hilang terus ganti maka kita berikan yang chip, begitupun untuk tabungan baru," imbuh dia.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu dua bank BUMN seperti PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) nasabahnya kehilangan uang secara misterius. Kehilangan uang diduga pencurian menggunakan modus skimming. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed