Elvyn: Perbankan RI Belum Siap Jadi Bank Jangkar
Rabu, 29 Jun 2005 16:41 WIB
Jakarta - Perbankan Indonesia belum siap untuk menjadi bank jangkar. Hal ini disebabkan belum mantapnya pengelolaan manajemen risiko, penerapan tata kelola (good corporate governance) serta infrastruktur pendukung seperti teknologi informasi. Bank Indonesia (BI) sebaiknya memperhatikan ketiga aspek ini dan juga faktor permodalan dalam penetapan bank jangkar. "Bank jangkar itu merupakan alat untuk mengakselerasi konsolidasi perbankan. Tetapi penentuan bank jangkar bisa menjadi bumerang kalau tidak dilengkapi dengan kriteria dan infrastruktur di perbankan yang memadai," kata Direktur Bank Permata Elvyn G Masassya kepada wartawan di sela-sela seminar perbankan di Hotel Shangri-La, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (29/6/2005).Master manajemen lulusan ITB ini mencontohkan proses konsolidasi perbankan di Malaysia yang menciutkan jumlah bank dari 50 bank menjadi 10 bank. Proses konsolidasi itu, tambah Elvyn, berlangsung mulus dan tak menimbulkan gejolak karena didukung dengan implementasi manajemen risiko yang baik, teknologi informasi yang oke dan penerapan tata kelola yang baik pula. "Di Indonesia, proses tersebut belum in place. Kalau bank jangkar ditetapkan hanya dari modal tanpa dilengkapi ketiga aspek itu, maka upaya konsolidasi dalam rangka menuju bank yang sehat itu menjadi pincang. Tanpa itu mana ada jaminan," ujar Elvyn.Elvyn menambahkan perlu waktu 2-3 tahun bagi perbankan untuk dapat menerapkan tiga aspek tersebut, yakni saat dimulainya penerapan Basel II tahun 2007."Istilah saya, bank jangkar itu license to acquire, harus dilakukan homogenisasi perbankan dulu baru ditetapkan bank jangkar," ujar pria berkumis tipis ini.Mengenai kriteria bank jangkar yang rencananya akan diumumkan oleh BI Kamis (30/6/2005), Elvyn menilai hal tersebut tidak ada masalah sepanjang BI tidak menyebutkan nama bank yang akan dijadikan bank jangkar."Masih acceptable sepanjang tidak disebut nama bank, tidak tertutup kemungkinan ke depannya ada penambahan kriteria," ujar pria berkacamata ini.Elvyn yakin tidak akan ada relokasi dana dari bank saat penetapan bank jangkar. "Saat ini kan masih ada penjaminan pemerintah. Kalau pun ada relokasi, toh tetap di industri perbankan dan ini kalau nanti kriterianya lebih sophisticated. Nasabah yang diuntungkan karena bank akan memiliki kapabilitas yang lebih baik," demikian Elvyn.
(ddn/)











































