Fluktuasi Nilai Rupiah Masih Wajar
Kamis, 30 Jun 2005 19:04 WIB
Jakarta - Tembusnya batas psikologis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai sebagai fluktuasi yang biasa. Pemerintah belum berencana mengambil langkah-langkah khusus untuk menstabilkannya kembali."Nilai dolar naik itu biasa. Jangan khawatir, nanti juga turun lagi. Tidak perlu langkah khusus," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (30/6/2005).Menurut Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga SBI baru-baru ini cukup manjur meredam anjloknya nilai rupiah. Hanya saja dia berharap kenaikan SBI tidak memicu naiknya suku bunga pinjaman.Meskipun current account Indonesia mengalami defisit, lanjut dia, namun tingkat investasi cukup tinggi. Sehingga summary masih lebih besar, karena jumlah dolar yang masuk dari hasil ekspor migas lebih banyak daripada dolar yang keluar. "Jangan dilupakan, kalau pun naik, maka migas kita tetap jauh lebih besar posisinya. Yang negatif adalah minyak," kata Ical.Dikatakan Ical, pemerintah membuka kesemepatan bagi pihak asing untuk bekerja sama dengan Pertamina, dengan catatan, pembagian hasilnya mengikuti pola kerjasama dengan ExxonMobil pada eksploitasi Blok Cepu."Kita sangat senang pihak asing bekerja sama dengan Pertamina, selama mereka tetap mendapat 13,5 persen kalau rendah, dan 6,75 persen kalau tinggi," katanya.
(mar/)











































