Follow detikFinance
Minggu, 01 Apr 2018 13:15 WIB

Yuk Belajar Atur Utang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Utang merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab, tak semua kebutuhan bisa ditutup oleh pendapatan.

Namun, sering kali utang menjadi boomerang karena besarnya cicilan. Lantas, bagaimana cara mengaturnya?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho mengatakan, utang tidak menjadi beban jika sebuah keluarga disiplin mengatur keuangannya. Dia pun mengambil contoh pada keluarga dengan pendapatan total Rp 10 juta per bulan.


Menurutnya, sebuah keluarga harus jelas dalam mengelola porsi utangnya. Dia menyebut porsi utang yang ideal maksimal ialah 30% sekitar Rp 3 juta dari total pendapatan.

"Misalnya pasangan berutang, total utang mesti digabung, totalnya berapa, maksimal 30% idealnya dari total penghasilannya per bulan," kata dia kepada detikFinance, di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Dia mengatakan porsi tersebut merupakan pengeluaran rutin setiap bulannya. Artinya, 30% ialah besaran pengeluaran yang dikeluarkan untuk membayar berbagai cicilan seperti kendaraan, kredit pemilikan rumah (KPR), dan lain-lain.


Dia melanjutkan, jika ditambah dengan pengeluaran rutin lainnya seperti untuk makan, listrik, air maka alokasinya menjadi 55% atau sebesar Rp 5,5 juta.

"Seseorang atau keluarga penghasilan Rp 10 juta, berarti berapa konsumsi sehari-hari itu 55% penghasilan mereka. Artinya dari Rp 5,5 juta, 30% atau Rp 3 juta untuk utang, masih 25% untuk apa saja seperti SPP sekolah anak, makan sehari-hari, kemudian tagihan listrik, air, dan sebagainya," jelasnya.

Dengan alokasi tersebut, maka masih tersisa 45%. Nah, alokasi ini bisa untuk berbagai macam kebutuhan di masa depan. Misalnya, untuk tabungan, rekreasi, dan pendidikan.

"45% lebihnya buat apa? 10% dana darurat, 10% ditabung atau diinvestasikan, 10% untuk mereka senang-senang rekreasi piknik mereka. Kemudian untuk belajar upgrade pengetahuannya. 5% untuk charity dana sosial," paparnya.

Jika kebutuhan sehari-hari kurang, Andy mengatakan bisa mengambil alokasi dari dana lain. Misalnya, dari dana untuk rekreasi.

"Itukan hitungan idealnya, dari ideal itu bisa jadi kemudian bergeser enggak bisa 55% untuk perbulannya. Mungkin bisa sampai 75% enggak apa-apa. Piknik harus direlakan kebutuhan lainnya," tutupnya.


Ada utang yang belum dibayar dan ingin dilunasi detikcom? Bisa kok.

Bagi pembaca detikcom sendiri masih memiliki kesempatan jika ingin ikut dilunasi utangnya. Pembaca yang berkesempatan dilunasi cicilannya adalah pembaca melalui aplikasi detikcom, baik itu pengguna android maupun iOS.

Program akan berlangsung selama 3 hari mulai 30 Maret hingga 1 April 2018. Jika ingin utangnya dilunasi, langsung saja daftar dan cek syarat dan ketentuannya lewat link berikut ini!

Dan jangan lupa, bagi detikers yang belum memiliki aplikasi detikcom bisa mendownloadnya di sini untuk Android dan iOS. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed