Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Apr 2018 18:21 WIB

4 Calon Investor Bidik Saham Baru Bank Bukopin

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan menerbitkan saham baru atau right issue pada Semester I 2018 ini. Menurut Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo ada empat investor potensial yang siap membeli saham baru perusahaan.

"Kami akan right issue kuartal II. Besarnya 30% dari saham beredar. Kurang lebih saat ini saat ini total 9 miliar lembar saham. Nilainya saham yang kita terbitkan 2,7 miliar lembar. Kita berharap bisa tingkatkan modal plus minus Rp 2 triliun," kata Eko dalam jumpa pers di Kantor Pusat Bukopin, Jakarta Timur, Senin (2/4/2018).

Dia mengungkapkan dari empat calon investor potensial, tiga berasal dari perusahaan private equity yang berbasis di luar negeri, dan satu berasal dari bank BUMN.


Pihak yang minat serius, salah satunya konsorsium private equity berbasis di Hong Kong Kedua adalah konsorsium terkait dengan salah satu bank terbesar di Asia yg juga minat jadi salah satu peserta program right issue Bukopin.

Selanjutnya adalah perusahaan private equity yang dulu pernah memiliki portofolio di perbankan Indonesia dan saat ini sudah dilepas. Perusahaan itu tertarik kembali masuk ke Indonesia melalui right issue Bukopin.

Selain itu, Eko menjelaskan satu bank BUMN yang potensial.

"Ada ketertarikan salah satu bank BUMN Indonesia untuk partisipasi. Ke empat baru minggu lalu saya dapet update, ada perusahaan private equity yang pernah masuk di perbankan Indonesia. Saat ini mereka sudah menjual portofolionya ke bank asing, dia salah satu bank di Indonesia yang kelasnya bank BUKU tiga tapi sudah dimiliki asing. Ini berminat juga masuk," jelas Eko.

Dana yang diperoleh melalui right issue akan digunakan untuk memperkuat modal Bukopin berekspansi ke depannya, tapi untuk harga perlembar saham belum bisa dipublikasikan.

"Kisaran harga belum bisa diumumkan. Tapi targetnya (memperoleh dana) kisaran Rp 2 triliun. Kita harap kita bisa dukung ekspansi bisnis Bukopin sehingga bisa buat CAR (rasio kecukupan modal) Bukopin diatas 14%," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com