Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Apr 2018 16:51 WIB

Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1, RI Bisa Belajar Dari Negara-negara Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Penyederhanaan nilai mata uang rupiah kembali direncanakan oleh Bank Indonesia. BI menunggu arahan dari pemerintah umtuk redenominasi ini.

Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng mengungkapkan untuk rencana ini pemerintah harus belajar dari negara yang sudah menerapkan, salah satunya Turki.

"Memang di banyak negara redenominasi ini sudah dilakukan. Seperti Turki, Indonesia kalau mau redenominasi harus belajar dari mereka. Berapa lama persiapan, berapa lama waktu transisi dan berapa lama penarikan uang yang lama," kata Mekeng saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/4/2018).



Dia menjelaskan untuk saat ini DPR masih pesimis rancangan undang undang (RUU) redenominasi bisa masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018. Hal ini karena masih dibutuhkan kajian yang panjang dan sekarang adalah tahun politik.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan redenominasi ini membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang lama. Seperti Turki yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk penerapan redenominasi ini.

"Harus melihat negara yang sudah sukses untuk penerapan redenominasi. Persiapan juga harus matang terutama yang berkaitan dengan transisi pembukuan yang akan menimbulkan biaya yang tidak murah bagi pelaku usaha," ujarnya.

Turki adalah salah satu negara yang melaksanakan redenominasi pada 2005 silam. Negara ini memangkas 6 angka nol dari mata uang. Yakni dari 1.000.000 lira menjadi 1 lira.



Selain Turki, berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya yang dikutip detikFinance dari berbagai sumber.

1. Islandia menghilangkan 2 angka nol dalam satu kali operasi pada tahun 1981.
2. Rusia menghilangkan 3 angka nol dalam 3 kali operasi pada tahun 1947, 1961 dan 1998.
3. Meksiko menghilangkan 3 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1993.
4. Polandia menghilangkan 4 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1995.
5. Ukraina menghilangkan 5 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1996.
6. Peru menghilangkan 6 angka nol melalui 2 kali operasi pada thaun 1985 dan 1991.
7. Bolivia menghilangkan 9 angka nol melalui 2 kali operasi tahun 1963 dan 1987.
8. Israel menghilangkan 9 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1980 dan 1985.
9. Argentina menghilangkan 13 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992
10. Brasil menghilangkan 18 angka nol, melalui 6 kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993 dan 1994.
11. Ghana menghilangkan 4 angka nol
12. Zimbabwe menghilangkan 3 angka nol
13. Afghanistan menghilangkan 3 angka nol.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com