Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Apr 2018 13:19 WIB

Dapat Tawaran Investasi Untung Besar? Ingat 2L

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Satuan tugas waspada investasi selama 2018 telah mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari 74 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk selalu berhati-hari dalam menggunakan dananya. "Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," kata Tongam dalam siaran pers, Selasa (10/4/2018).

Untuk investasi masyarakat harus memperhatikan konsep 2 L yakni legal dan logis. Tongam mengimbau kepada masyarakat, jika mendapatkan penawaran baik dari orang lain atau melalui internet harus memperhatikan prinsip 2 L.

"Logis artinya memberikan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Jadi harus waspada," ujar Tongam.


Di sini masyarakat harus jeli dalam mengenali perusahaan investasi. Pasalnya imbal hasil yang terlalu tinggi dan diklaim tanpa risiko justru cenderung menyesatkan.

Pertama Legal artinya, periksa legalitas izinnya jika ragu hubungi call center OJK di 157 atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Biasanya perusahaan investasi abal-abal sering mencantumkan logo OJK untuk menipu masyarakat agar dia dipercaya sudah terdaftar di regulator. Tak ada salahnya jika anda lebih aktif memeriksa agar lebih jelas.

Dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi ke depannya masih terus menangani investasi ilegal. Pihaknya menerima pengaduan masyarakat.

"Kami melihat di media sosial dan sumber informasi lainnya. Kami analisis, kami panggil entitas tersebut dan apabila diduga merugikan masyarakat maka kami hentikan kegiatannya," ujar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed