Rupiah Masih Terpukul
Selasa, 05 Jul 2005 09:38 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Selasa (5/7/2005) masih terus berada dalam tekanan. Setelah menembus level Rp 9.800 per dolar AS, yang merupakan level terendah sejak April 2002, posisi rupiah diprediksi makin terjepit.Kenaikan dolar AS di pasar global kembali menekan rupiah. Tercatat dolar AS menguat terhadap hampir mayoritas mata uang global. Bahkan terhadap euro, dolar AS mencatat posisi tertingginya dalam 13 bulan terakhir. Dolar AS juga menguat terhadap poundsterling Inggris, franc Swiss dan juga sejumlah mata uang regional seperti yen Jepang dan won Korea.Faktor lainnya adalah permintaan yang tinggi yang tidak diimbangi dengan suplai. Masih bercokolnya harga minyak mentah di level US$ 58-an per barel membuat demand Pertamina yang selama ini menyedot kebutuhan valas terbesar kian melonjak.Pada perdagangan Selasa, rupiah dibuka masih bercokol di level Rp 9.800-an per dolar AS, yakni pada level Rp 9.865 per dolar AS. Pada penutupannya Senin, 4 Juli, rupiah ditutup melemah lebih dari 100 poin ke level Rp 9.873 per dolar AS.
(qom/)











































