Follow detikFinance
Kamis, 12 Apr 2018 16:27 WIB

Soal Suntik Modal ke Muamalat, Himbara: Belum Ada Kajian

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Danang Sugianto-detikFinance Foto: Danang Sugianto-detikFinance
Jakarta - Masalah permodalan yang dihadapi oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bisa menjadi momentum pemerintah untuk menjadi pemegang saham.

Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara) Maryono yang menjadi perwakilan Bank BUMN menjelaskan, pihaknya sudah mendengar mengenai kondisi tersebut namun masih belum ada kajian mengenai rencana suntik dana ke bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

"Kita belum melakukan kajian dengan detil, kita tertarik dan nggak-nya kan tergantung dari kajian," kata dia di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kamis (12/4/2018).


Untuk diketahui, Bank Muamalat setidaknya membutuhkan dana segar sekitar Rp 4,5 triliun yang akan digunakan untuk penguatan dan pengembangan bisnis.

"Kita jangan sampai ngomong oke tapi kajiannya tidak memberikan manfaat kan repot. Saya kira kita perlu melakukan kajian dulu, selama ini belum punya pemikiran untuk melakukan takeover Muamalat," jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Muamalat Ahmad K Permana menilai potensi bank syariah tersebut ke depan akan tumbuh besar.

Permana menyebut pemegang saham terbesar Bank Muamalat saat ini adalah IDB dengan porsi 32,74%. Sayangnya selama empat tahun belakangan ini para pemegang saham tidak bisa menambahkan modalnya karena terbentur oleh aturan internalnya masing-masing.


Saat ini Bank Muamalat masih mencari investor yang benar-benar ingin menyuntikkan dananya. Sejauh ini, sudah banyak investor yang berminat kepada bank syariah pertama di Indonesia.

Calon investor juga datang dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, hingga Timur Tengah, dan juga lokal, khusus yang dari dalam negeri, Permana berharap pemerintah bisa menjadi investor. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed