BI Imbau Eksportir Simpan Dolarnya di Bank Dalam Negeri

BI Imbau Eksportir Simpan Dolarnya di Bank Dalam Negeri

- detikFinance
Selasa, 05 Jul 2005 15:39 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengimbau para eksportir menempatkan devisa hasil ekspornya di perbankan dalam negeri untuk menambah suplai dolar Amerika Serikat (AS). Tujuannya, agar terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan valuta asing terutama dolar AS.Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin saat raker dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/7/2005).BI dan pemerintah akan berkoordinasi dan bekerjasama untuk mengatasi kebutuhan dolar AS oleh Pertamina. BI juga akan mengatasi transaksi valuta asing yang bersifat spekulatif.BI sudah mengeluarkan PBI nomor 7/14/2005 tertanggal 14 Juni 2005 yang akan berlaku efektif pada 14 Juli 2005 untuk mengurangi transaksi spekulatif. "Karena untuk menghapuskan sama sekali tidak bisa," kata Aslim. Selain itu, kata Aslim, BI akan tetap berada di pasar untuk memonitor pergerakan kurs. BI akan melakukan intervensi apabila diperlukan untuk menahan gelojak rupiah.Aslim menegaskan, hal terpenting yang harus dilakukan pemerintah dan BI adalah memperbaiki kondisi fundamental makro ekonomi. "Perbaikan makro ekonomi adalah hal yang paling penting karena yang menentukan nilai tukar kita," urai Aslim.Salah satu cara memperbaiki kondisi fundemental makro ekonomi, ungkap Aslim, adalah dengan menarik sebanyak mungkin aliran dana investasi dan meningkatkan ekspor.Aslim melihat pelemahan rupiah disebabkan dua faktor, yakni faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yakni kenaikan harga minyak dan menguatnya dolar AS terhadap semua mata uang dunia seperti euro yang sekarang ini melemah ke posisi 1,18. Lalu yen yang melemah ke posisi 112 juga bath Thailand yang sudah terdepresiasi sebesar 4,5 persen. "Jadi rupiah terseret oleh faktor global dan regional di samping adanya faktor internal berupa kebutuhan dolar yang sangat besar dari korporat seperti Pertamina," kata Aslim.Tambah Cadangan DevisaSelain melakukan langkah tersebut ditas, Aslim juga menyatakan, BI akan berusaha menambah cadangan devisanya. Salah satunya, dengan memanfaatkan kejasam bank sentral negara-negara Asean+3, artinya negara-negara Asean ditambah Korsel, Cina dan Jepang. Dalam kerjasama ini telah disepakati, bank sentral suatu negara bisa memperoleh bantuan dana untuk mengamankan kondisi moneternya teramsuk nilai tukar rupiah. BI akan menjalin kerjasama dengan pemerintah untuk mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan valas BUMN-BUMN selain Pertamina."PLN juga perlu dikordinasikan karena pembayaran pembelian listriknya dengan dolar AS sedangkan penarikan dari pelanggan dalam bentuk rupiah," katanya. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads