Bersama Mata Uang Dunia Lain, Rupiah Kembali Melemah
Selasa, 05 Jul 2005 17:35 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih melemah. Namun rupiah tidak sendiri, hampir semua mata uang global dan regional juga tumbang terhadap dolar AS.Pada Selasa (5/7/2005), rupiah ditutup masih tertahan di level Rp 9.875 per dolar AS yang merupakan level terendahnya dalam tiga tahun terakhir. Pada perdagangannya hari ini, rupiah dibuka di level Rp 9.865, dan sempat melemah hingga level Rp 9.885 per dolar AS. Sementara pada penutupannya kemarin berada di level Rp 9.873 per dolar AS.Namun melemahnya rupiah tidak sendiri. Sejumlah mata uang global dan regional juga melemah tajam, hingga menembus level terendahnya dalam beberapa bulan terakhir. Poundsterling Inggris melemah ke level 1,7545 per dolar, yang merupakan level terendahnya sejak 14 Mei 2004.Sementara euro juga melemah ke level 1,1925 per dolar, yang merupakan level terendahnya dalam 13 bulan terakhir. Demikian juga dengan yen Jepang melemah hingga level terendahnya dalam 11 bulan terakhir. Tercatat dolar AS berada di level 111,89 yen. Menneg BUMN Sugiharto membantah pelemahan rupiah dipicu aksi borong dolar oleh Pertamina untuk mengimpor BBM. "Dugaan itu satu-satunya. Faktor kurs ini bukan hanya Pertamina, tapi ada eksternal lainnya," kata Sugiharto.Dijelaskan Sugiharto, untuk memenuhi kebutuhan dolar Pertamina sudah ada kesepakatan dengan BI, yang dimaksudkan guna memantau pembelian dolar Pertamina. Pembelian dolar untuk mengimpor BBM, tegas Sugiharto, tetap dilakukan dalam batas-batas yang terukur.
(qom/)











































