Recovery Rate NPL Indover Sebesar US$ 37 Juta
Selasa, 05 Jul 2005 17:59 WIB
Jakarta - Indoplus BV yang merupakan perusahaan pengelola kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di Bank Indover telah berhasil melakukan recovery rate sebesar US$ 37 juta dari jumlah NPL yang dikelolanya sebasar US$ 294 juta."Jumlah NPL Indover mencapai US$ 294 juta dengan 95 account telah dialihkan ke Indoplus BV. Recovery per 31 Maret 2005 mencapai US$ 37 juta," kata Ketua Tim Divestasi Bank Indover yang juga Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin saat raker dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (5/7/2005).Dalam program divestasi Bank Indover, Bank Indonesia (BI) setidaknya memperhatikan tiga hal. Yakni divestasi harus menghasilkan nilai yang optimal, divestasi harus tetap memperhatikan identitas hubungan Indonesia Belanda, dan divestasi Indover dapat dimanfaatkan sebagai chanelling bagi peningkatan ekspor Indonesia ke Eropa.Untuk kelanjutan divestasi Bank Indover, BI telah melakukan pembicaraan awal dengan pemerintah Indonesia tentang kemungkinan penjualan sahamnya ke pemerintah. "Sejauh ini pemerintah telah memberikan tanggapan yang positif," tukas Aslim.Selain itu, beberapa bank dalam negeri, seperti Bank Ekspor Indonesia (BEI), telah menetapkan minatnya untuk membeli Indover. Proses divestasi hingga kini belum berhasil dilaksanakan, namun BI tetap melakukan restrukturisasi berupa perampingan organisasi dan pengurangan pegawai.Kalangan DPR seperti disampaikan Rama Pratama mempertanyakan kegagalan proses divestasi Indover yang sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2001 lalu. "Soalnya biaya untuk penyiapan proses divestasi telah mencapai US$ 8 juta," kata Rama. Terkait divestasi PT Askrindo, Aslim menyatakan, saat ini BI dan pemerintah terus berkoordinasi. "Karena dulu sempat terpikirkan saham BI dan pemerintah secara bersama-sama, sehingga pelaksanaannya harus dapat izin dari DPR," tukasnya.
(mar/)











































