Defisit Tahun 2006 0,7 persen PDB
Jumat, 08 Jul 2005 02:18 WIB
Jakarta - Pada tahun 2006 arah kebijakan fiskal yang akan diambil oleh pemerintah adalah tetap melanjutkan konsolidasi fiskal dengan menurunkan defisit. Untuk menutupi defisit tersebut berasal dari sumber pembiayaan dalam negeri dan sumber luar negeri. "Defisit turun dari sekitar 0,8 persen PDB pada tahun 2005 menjadi 0,7 persen PDB pada tahun 2006," kata Wakil Koordinator Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar dan Kebijakan Fiskal Syarief Hasan dalam rapat kerja Panitia Anggaran dengan pemerintah di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2005).Panja menyepakati sumber pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 49,434 triliun berasal dari perbankan dalam negeri sekitar Rp 18,977 triliun, dana dari rekening pemerintah Rp 5,448 triliun dan dana cadangan untuk Aceh yang berasal dari moratorium pokok senilai Rp 13,549 trilun.Sumber pembiayaan non perbankan dalam negeri Rp 30,436 triliun.Yang terdiri dari penerimaan privatisasi Rp 3,5 triliun, penerimaan penjualan aset program restrukturisasi perbankan Rp 2,350 triliun dan surat utang negara (neto) Rp 24,586 triliunPanja juga menyepakati sumber luar negeri sekitar negatif Rp 29,918 triliun. Yang berasal dari penarikan pinjaman program dan pinjman proyek sekitar Rp 29,225 triliun dan dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 59,144 triliun.Langkah kebijakan fiskal yang juga diambil adalah menurunkan stok utang pemerintah dan rasionya terhadap PDB dari 47,5 persen pada 2005 menjadi 41,3 persen hingga 43,3 persen pada tahun 2006.
(ddn/)











































