Rupiah Masih dalam Tekanan

Rupiah Masih dalam Tekanan

- detikFinance
Jumat, 08 Jul 2005 09:48 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Jumat (8/7/2005) masih dalam tekanan, terutama akibat imbas melemahnya sejumlah mata uang regional. Selain itu, masih tingginya harga minyak, bahkan sempat mencapai level US$ 61,5 per dolar semakin membuat investor cemas. Pada perdagangannya hari ini, rupiah dibuka pada level Rp 9.795 per dolar AS. Sementara pada perdagangannya Kamis, 7 Juli, rupiah ditutup kembali melemah ke level Rp 9.800 per dolar AS.Pelaku pasar mengabaikan lima jurus yang dikeluarkan Bank Indonesia dan pemerintah untuk mendongkrak rupiah yang sudah terpuruk hingga level terendahnya dalam 3 tahun terakhir. Sementara dari sisi regional, sejumlah mata uang juga kembali terpuruk akibat tingginya harga minyak dan juga melemahnya yen Jepang hingga level terendahnya dalam 11 bulan terakhir. Won Korsel akhirnya juga terimbas oleh melemahnya yen, dan ditutup melemah hingga 0,8 persen yang merupakan level terendahnya dalam enam bulan terakhir.Demikian pula dolar Taiwan dan peso Filipina melemah hingga level terendahnya dalam enam bulan terakhir. Tingginya harga minyak dikhawatirkan menekan perekonomian Asia, mengingat sepertiga nilai impor Asia adalah untuk produk yang berkaitan dengan minyak. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads