Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Perlu Taklukkan 4 Tantangan
Jumat, 08 Jul 2005 11:38 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi bisa diakselerasi melalui sektor keuangan. Namun untuk bisa meraihnya, ada empat tantangan yang perlu ditaklukkan. Salah satunya adalah mengembangkan pasar keuangan seefisien mungkin. Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah saat meresmikan Risk Management Center Indonesia (RMCI) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (8/7/2005)."Bagaimana kita mengembangkan pasar keuangan seefisien mungkin sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai sektor yang mendukung proses pembangunan melalui penyediaan pembiayaan," kata Burhanuddin.Tantangan kedua, memperkuat sektor keuangan. Terkait hal ini, BI telah mengeluarkan berbagai aturan, antara lain peningkatan kepatuhan terhadap 25 basel core principle for effective banking supervision.Tantangan ketiga, bagaimana sektor keuangan dapat merespons perkembangan teknologi dan produk-produk keuangan. Tantangan keempat, memperbaiki governance di sektor keuangan. "Menyikapi tantangan tersebut, saya berpendapat pengembangan riset, diseminasi hasil riset serta pendidikan dan pelatihan SDM yang efektif akan dapat memberikan manfaat bagi industri perbankan," papar Burhanuddin.Diseminasi hasil riset, lanjut Burhanuddin, akan sangat bermanfaat bagi praktisi dalam memberikan pemahaman yang sama mengenai masalah yang terjadi. Ketua RMCI Widigdo Sukarman mengatakan, kalangan praktisi perbankan saat ini terus mencermati dan memberi perhatian yang sangat tinggi atas berbagai agenda yang dikeluarkan BI.Widigdo menambahkan, BI telah melakukan inisiatif untuk meningkatkan profesionalisme para praktisi perbankan, khususnya di bidang risk management, antara lain dengan melakukan sertifikasi pada para pengurus dan komisaris bank. "Namun untuk penerapan risk management memang diperlukan berbagai prasarana seperti pengetahuan, ketrampilan SDM, teknologi informasi, sistem akuntansi dan disiplin pasar para praktisi," kata Widigdo.Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah menambahkan, ada dua hal utama yang belum siap dalam upaya penerapan manajemen risiko guna memenuhi aturan Basel II, yakni masalah TI dan SDM. Menurut Fadjrijah, dalam penerapan manajemen risiko ini, hal yang perlu diperhatikan adalah integritas dan moralitas pelaku perbankan. "Kalau ada interest pribadi, semua aturan bisa dilanggar," tegas Fadjrijah.BI berencana menerapkan seluruh ketentuan Basel II setelah diterapkannya standar akuntansi paling lambat awal tahun 2009.
(qom/)











































